Jaringan listrik PLN di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, telah kembali normal pascabencana banjir dan longsor. Namun, warga di beberapa kecamatan terdampak parah masih menghadapi persoalan krusial: keterbatasan akses air bersih.
Seorang warga Tapanuli Tengah, Bambang Lubis, mengonfirmasi pemulihan listrik. “Listrik sudah aman dan menyala. Tapi air bersih belum normal, masih dalam proses perbaikan,” ujarnya pada Senin (22/12).
Kondisi sulit ini dirasakan di sejumlah kecamatan yang paling parah terdampak, seperti Badiri, Sitahuis, dan Pinangsori. Pemenuhan kebutuhan air bersih hingga kini masih dilakukan secara bertahap karena banyak sarana vital yang rusak akibat terjangan banjir dan longsor.
Sebelum bencana, masyarakat setempat sangat bergantung pada berbagai sumber air, mulai dari bak penampungan, aliran gravitasi dari perbukitan, hingga layanan PDAM. Namun, kerusakan parah pada pipa, saluran air, dan bak penampungan telah memutus akses air bersih di berbagai titik.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memprioritaskan pemulihan layanan dasar bagi warganya. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terus aktif turun ke lapangan untuk memantau langsung proses perbaikan fasilitas umum yang rusak.
Pemerintah Kabupaten Tapteng menegaskan bahwa percepatan perbaikan sarana air bersih menjadi fokus utama. Hal ini krusial agar aktivitas warga dapat segera kembali normal dan risiko gangguan kesehatan pascabencana dapat ditekan secara maksimal.
