Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilanda banjir dan longsor parah setelah diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut. Ribuan rumah di sejumlah kawasan terendam, tanggul sungai jebol, dan akses jalan terputus, menyebabkan kemacetan lalu lintas serta kesulitan beraktivitas bagi warga.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (11/1/2026), banjir setinggi 20-30 sentimeter merendam Jalur Pantura Pati-Rembang sepanjang 500 meter. Kondisi ini terjadi akibat meluapnya Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, yang juga merendam ratusan rumah warga di desa tersebut.
Selain itu, luapan Sungai Godo di Desa Gido, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, memicu banjir dengan ketinggian 20-70 sentimeter. Banjir ini merendam beberapa desa, meliputi Desa Godo dan Desa Gunungpanti di Kecamatan Winong, serta Desa Sinomwidodo, Desa Angkatan Kidul, dan Desa Angkatan Lor di Kecamatan Tambakromo.
Bencana semakin parah dengan jebolnya tanggul Sungai Suwatu sepanjang 20 meter. Insiden ini menyebabkan banjir bandang menerjang Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, merendam sekitar 200 rumah warga, bahkan memutuskan jalan penghubung antar desa karena jembatan runtuh terseret arus sungai.
Tiga Kecamatan Dilanda Longsor
Tak hanya banjir, tiga kecamatan di Kabupaten Pati juga mengalami bencana longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa longsor terjadi di Gunungwungkal, Telogowungu, dan Gembong.
“Tidak hanya banjir akibat sejumlah sungai meluap dan tanggul Jebol, bejasan titik di 3 kecamatan mengalami bencana longsor yakni Gunungwungkal, Telogowungu dan Gembong,” kata Martinus Budi Prasetyo pada Minggu (11/1/2026).
Martinus menjelaskan, bencana banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan lebat yang terus mengguyur daerah tersebut, terutama di kawasan Gunung Muria, sejak Jumat (9/1/2026). Akibatnya, volume air sungai melonjak drastis dan meluap, sementara sejumlah tebing tidak mampu menahan gerusan air.
Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik
Tim gabungan yang terdiri dari Polres, Kodim, PMI, Dinas PU, Dinas Kesehatan, serta relawan telah diterjunkan untuk menangani bencana ini. Martinus Budi Prasetyo menekankan bahwa prioritas utama penanganan mendesak adalah menyangkut keselamatan warga, mengingat hujan lebat masih terus mengguyur.
Selain membersihkan lumpur yang menutupi jalan dan masuk ke ratusan rumah warga terdampak, tim gabungan juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengevakuasi warga jika ketinggian banjir terus meningkat. “Bantuan logistik juga mujsi disalurkan ke warga terdampak,” imbuhnya.
Langkah lain yang tengah diupayakan adalah mengatasi jembatan penghubung antar desa yang terputus. “Mungkin harus dibuatkan jembatan darurat agar jalan penghubung Desa Klakah-Kasihan dan Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati kembali tersambung,” tambah Martinus Budi Prasetyo.
