Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Wathan (Lazan NW) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Aksi solidaritas ini merupakan bentuk kepedulian lintas daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membantu korban bencana di Aceh.

Ketua Umum PBNW, Dr TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, dalam keterangan tertulisnya di Mataram pada Senin (5/1/2026), menegaskan komitmen organisasinya. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas lintas daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masyarakat Aceh yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak bencana,” ujarnya.

Selain menyalurkan ratusan paket sembako, perlengkapan memasak, serta logistik darurat, PBNW dan Lazan NW juga menggulirkan program pembangunan sumur bor. Program ini difokuskan di sejumlah titik terdampak bencana, khususnya fasilitas umum dan rumah ibadah.

Dr TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menambahkan, “Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral. Alhamdulillah, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi seluruh jamaah dan para donatur.” Ia juga menekankan bahwa musibah di Aceh adalah duka seluruh umat, bukan hanya duka daerah setempat.

Implementasi Trilogi Perjuangan

Aksi kemanusiaan ini merupakan implementasi nyata dari Trilogi Perjuangan Nahdlatul Wathan, yakni pendidikan, sosial, dan dakwah. Hal ini sejalan dengan amanah pendiri Nahdlatul Wathan, Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, yang merupakan pahlawan nasional.

“Nahdlatul Wathan tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga hadir di ruang-ruang kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus berada di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan,” jelas Dr TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

Fokus pada program jangka panjang melalui pembangunan sumur bor diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih masyarakat pascabencana. “Ini adalah amanah dari jamaah yang telah berinfak. Semoga setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor ini menjadi pahala yang tidak terputus,” ucapnya.

Program sumur bor tersebut diharapkan dapat mendukung kembali aktivitas ibadah, pendidikan keagamaan, dan kehidupan sosial warga setempat yang terdampak bencana.

Bantuan untuk Kebutuhan Dasar dan Jangka Panjang

Penyaluran bantuan ini mencakup kebutuhan dasar para korban bencana di Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Ratusan paket sembako, perlengkapan memasak, dan logistik darurat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Sementara itu, pembangunan sumur bor menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bersih. Inisiatif ini menunjukkan komitmen PBNW dan Lazan NW untuk tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendukung pemulihan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.