Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kini tampil dengan wajah baru yang modern dan menawarkan kenyamanan setara bandar udara. Transformasi ini disiapkan khusus untuk menyambut masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan prediksi lonjakan penumpang yang signifikan.

Pihak otoritas pelabuhan memperkirakan puncak arus penumpang akan terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025, atau H-2 Natal. Tren kenaikan jumlah penumpang sendiri sudah mulai terasa sejak pekan lalu. Tercatat, dari H-15 hingga H-7 masa angkutan Nataru, Pelabuhan Tanjung Emas telah melayani sekitar 6.500 penumpang.

Perubahan paling mencolok terlihat pada terminal tunggu yang kini berkapasitas 1.100 orang. Fasilitas dan standarisasi layanan di area ini disebut-sebut menyerupai bandar udara, memberikan pengalaman berbeda bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Anton (50), salah satu penumpang yang ditemui di ruang tunggu terminal, mengungkapkan kekagumannya. “Pelabuhan Tanjung Emas sekarang sangat berbeda, lebih nyaman dan terkesan mewah. Sistem pengamanannya pun terlihat modern, membuat kami merasa lebih tenang,” ujarnya.

Senada, Indah (35), penumpang dengan tujuan Sampit, juga memberikan apresiasi terhadap kebersihan dan ketertiban sistem keluar-masuk penumpang. “Toiletnya bersih dan wangi, areanya sejuk. Penumpang jadi lebih tertib saat antre menuju kapal,” imbuhnya.

  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Pastikan Pelayanan Maksimal dan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pelabuhan Merak Jelang Nataru 2025/2026

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Semarang, S Joko, menjelaskan bahwa berbagai peningkatan fasilitas telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Nataru. Pihaknya berupaya keras memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna jasa.

Dari sisi operasional, Pelindo kini memanfaatkan teknologi pemantauan terpadu. Sistem ini berfungsi untuk mengawasi jadwal keberangkatan kapal, kondisi cuaca, hingga tinggi gelombang secara real-time, guna menjamin kepastian jadwal bagi penumpang. Dalam kondisi normal, rata-rata 10 kapal penumpang Pelni dan 30 kapal Ro-Ro sandar setiap bulan, melayani rute reguler menuju Pontianak, Kumai, Sampit, Ketapang, dan Karimunjawa.

Guna menjaga kelancaran dan koordinasi selama masa libur panjang, Posko Terpadu Nataru telah didirikan sebagai pusat kendali antarinstansi. Pihak pelabuhan berkomitmen penuh untuk menjaga standar kebersihan dan kesejukan terminal, demi memastikan pengalaman mudik masyarakat tetap berkesan dan aman.

50% LikesVS
50% Dislikes