PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 mencatat tren positif dalam mobilitas masyarakat melalui jalur laut selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hingga 4 Januari 2026, perusahaan berhasil melayani lebih dari 373 ribu penumpang di wilayah kerjanya.
Data operasional menunjukkan, sebanyak 373.760 orang menggunakan jasa transportasi laut di 21 terminal penumpang yang dikelola Pelindo Regional 3. Angka ini merefleksikan kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatat 364.339 orang.
Dari puluhan titik pantau, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menjadi pusat keramaian utama dengan melayani 124.714 penumpang. Sementara itu, lonjakan paling signifikan terjadi di Pelabuhan Gresik yang mencatat 8.071 orang, menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 53 persen secara tahunan (year-on-year).
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau stabil. Tercatat sebanyak 43.464 unit kendaraan turun dari kapal (bongkar), dan 44.471 unit kendaraan masuk ke dalam kapal (muat). Angka ini mengindikasikan kelancaran distribusi logistik dan kendaraan pribadi melalui jalur laut selama periode liburan.
Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, mengapresiasi kerja sama intensif antarinstansi yang menjadi kunci keberhasilan ini. “Hasil positif ini lahir dari kerja kolaboratif seluruh insan Pelindo serta dukungan penuh dari para pemangku kepentingan,” kata Daru dalam keterangan resminya pada Selasa (7/1/2026).
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pihak keamanan, pemerintah daerah, dan operator pelayaran yang telah menjaga kelancaran operasional di lapangan.
Keberhasilan dalam mengelola lonjakan penumpang ini didukung oleh berbagai langkah antisipatif, termasuk peningkatan fasilitas terminal dan penambahan personel pelayanan di titik-titik krusial.
Menurut Daru, masa Nataru kali ini juga menjadi simulasi penting bagi Pelindo untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang. “Pengalaman selama masa Nataru menjadi bekal penting bagi kami untuk mempersiapkan Angkutan Lebaran nanti, yang secara historis memiliki pergerakan jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Daru menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur guna menjamin keamanan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
