PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil XII) Surabaya mengukuhkan posisinya sebagai kontributor utama bisnis perusahaan secara nasional. Sepanjang tahun 2025, wilayah yang mencakup area Jawa Timur ini berhasil mencetak rekor pertumbuhan signifikan, dengan nilai pinjaman yang disalurkan ke masyarakat atau Outstanding Loan (OSL) Gross mencapai Rp14,003 triliun.
Angka fantastis ini menempatkan Surabaya sebagai wilayah dengan kontribusi finansial terbesar bagi PT Pegadaian di seluruh Indonesia. Lonjakan tersebut menjadi indikasi kuat tingginya kepercayaan dan kebutuhan publik terhadap akses permodalan cepat di Jawa Timur.
Tidak hanya pada pinjaman gadai konvensional, masyarakat Surabaya dan sekitarnya juga menunjukkan minat besar pada investasi logam mulia. Omzet pembiayaan emas tercatat menembus angka psikologis Rp2,18 triliun, dengan sisa pinjaman berjalan (OSL) mencapai Rp1,39 triliun.
Pemimpin Wilayah XII Surabaya, Beni Martina Maulan, menyatakan bahwa pencapaian historis ini merupakan validasi dari strategi kolaborasi yang mereka jalankan. “Prestasi ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa layanan kami diterima luas oleh masyarakat. Kami memandang pencapaian ini sebagai mandat untuk menjaga kepercayaan nasabah melalui peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujar Beni saat memaparkan kinerja tahunan di Surabaya pada Rabu (7/1).
Keberhasilan Kanwil XII Surabaya memimpin klasemen nasional ini turut menarik perhatian dari kantor pusat PT Pegadaian. Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, sekaligus Direktur Pembina Kanwil XII Surabaya, Yos Iman Jaya Dappu, menyoroti peran transformasi digital sebagai kunci di balik kelincahan pergerakan bisnis di wilayah ini.
“Keberhasilan Surabaya membuktikan bahwa adaptasi teknologi dan penguatan layanan berjalan selaras. Dedikasi seluruh tim di Jawa Timur memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” ungkap Yos.
Secara teknis, realisasi OSL Aktif sebesar Rp13,964 triliun menunjukkan perputaran uang yang sangat produktif di tengah masyarakat. Dengan hasil positif ini, Pegadaian Surabaya optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut di tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor UMKM dan inklusi keuangan di Jawa Timur.









