Pemerintah pusat memantau secara intensif penanganan kecelakaan kapal wisata yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Prioritas utama saat ini adalah percepatan pencarian dan penyelamatan korban yang masih belum ditemukan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah telah mengoordinasikan langkah lintas instansi untuk mempercepat proses tersebut. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan, untuk bergerak maksimal di lapangan.

“Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo, yang kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub, untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan-penanganan, karena menurut informasi terakhir korban masih belum ditemukan,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Koordinasi antarlembaga ini dinilai krusial agar upaya pencarian dapat berjalan efektif dan terpadu. Pemerintah berharap seluruh sumber daya dapat dikerahkan demi keselamatan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga penumpang.

Pemantauan langsung dari pemerintah pusat juga bertujuan memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan dan tanpa hambatan, terutama mengingat kondisi perairan dan cuaca yang dapat memengaruhi operasi.

  Wagub NTT Johni Asadoma Buka Opsi Kolaborasi dengan Jakarta-Jatim untuk PON 2028

Kecelakaan kapal wisata ini diketahui terjadi pada Jumat (26/12/2025) malam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi tujuh dari total 11 penumpang.

Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyatakan tim SAR gabungan segera menuju lokasi setelah menerima informasi. Dari tujuh korban yang ditemukan, dua di antaranya adalah wisatawan asing berkewarganegaraan Spanyol.

Lima korban lainnya terdiri atas seorang pemandu wisata dan empat kru kapal.

50% LikesVS
50% Dislikes