Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar acara ‘Kediri Ngunduh Mantu’ sebagai puncak peringatan Hari Ibu 2025, Senin (22/11/2025). Sebanyak 44 pasangan, mulai dari usia 20 hingga 80 tahun, resmi dinikahkan dalam seremoni yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas ikatan perkawinan mereka.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menegaskan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar perayaan. Menurutnya, ‘Kediri Ngunduh Mantu’ merupakan langkah konkret untuk memuliakan perempuan dan memperkuat fondasi keluarga.
“Kediri Ngunduh Mantu ini cara yang paling tepat untuk memperingati Hari Ibu, bukan sekadar dengan seremoni, tetapi dengan langkah nyata yang memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga,” ujar Eriani Annisa Hanindhito.
Ia menekankan pentingnya kepastian hukum dalam pernikahan, menyatakan bahwa nikah siri sudah tidak relevan di era modern. Negara, kata dia, harus hadir untuk memastikan setiap pernikahan tercatat secara resmi.
“Dalam tradisi kita, ngunduh mantu bukan hanya soal acara, tapi tentang penerimaan, penyatuan, serta restu dan penguatan ikatan keluarga. Maka hari ini, Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan hal yang sama, menerima dan menguatkan ikatan para pengantin agar pernikahan yang sudah sah secara agama juga memiliki kekuatan dan kepastian secara hukum negara,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kediri juga langsung menerbitkan dokumen administrasi kependudukan bagi para pasangan, menunjukkan komitmen pelayanan yang cepat dan berpihak pada masyarakat. Eriani Annisa Hanindhito juga berpesan kepada kaum perempuan agar tidak bersedia menikah tanpa pencatatan resmi.
“Maka di hari Ibu ini, saya ingin menekankan perempuan berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum. Jangan korbankan diri dan masa depan demi hubungan yang tidak memberikan kepastian, karena dalam keluarga, terutamanya sosok ibu ini harus menjadi madrasah atau pendidikan pertama bagi anak-anaknya,” tegasnya.
Rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menjelaskan bahwa ‘Kediri Ngunduh Mantu’ adalah puncak dari rangkaian peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni”.
Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, termasuk kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan terhadap Perempuan, sidang isbat massal, pencatatan perkawinan, nikah baru massal di KUA, talkshow Perempuan Kepala Keluarga Inspiratif, serta nonton bersama Gabungan Organisasi Wanita.
“Hari ini adalah puncak peringatan Hari Ibu yang dikemas dalam bentuk resepsi dan ngunduh mantu,” kata Nurwulan Andadari.
Dari 44 pasangan yang berpartisipasi, 16 pasangan menjalani isbat nikah untuk melegalkan pernikahan siri mereka. Sementara itu, tujuh pasangan nonmuslim melakukan pencatatan perkawinan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan sisanya merupakan pasangan baru yang menikah secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).
Seluruh proses, termasuk penerbitan dokumen kependudukan, difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah tanpa dipungut biaya. Hal ini disambut baik oleh banyak pasangan, terutama mereka yang sebelumnya terkendala biaya atau administrasi.
Kisah Ira dan Reksa: Kepastian Hukum Setelah Bertahun-tahun
Salah satu pasangan yang merasakan manfaat program ini adalah Ira dan Reksa. Mereka menikah siri pada tahun 2021 saat Ira berusia 17 tahun dan Reksa 18 tahun. Keterbatasan usia (belum memiliki ijazah sebagai syarat nikah resmi) dan kondisi ekonomi menjadi penghalang mereka untuk melegalkan pernikahan.
“Ya senang, Mbak. Eh maksudnya kayak dibantu gitu. Soalnya kan ngurus sendiri juga susah begitu. Jadi mumpung ada nikah massal ini ikut,” ungkap Ira.
Setelah mendapatkan akta nikah dan kepastian status hukum, pasangan yang telah dikaruniai dua anak ini berencana melanjutkan proses hukum untuk pergantian nama ayah pada akta lahir anak-anak mereka.
“Iya, nanti akan apa? Sidang, sidang sendiri untuk kasih nama ayahnya,” tambahnya.
Selain akta nikah dan dokumen kependudukan, setiap pasangan juga menerima souvenir dan satu set seperangkat alat sholat, melengkapi kebahagiaan mereka di momen spesial ini.









