Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengumumkan pencapaian signifikan dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Angka realisasi mencapai 98,78 persen dari total target Rp556 miliar lebih, sebuah rekor tertinggi yang pernah dicapai daerah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taufik, menyatakan bahwa capaian ini merupakan yang pertama kali mencapai angka tersebut. “Pada 2025 ini realisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Lombok Timur pertama kali mencapai angka 98,78 persen. Sebelumnya berada di angka 91 sampai 92 persen,” ujar Juaini di Lombok Timur, Kamis (01/01/2026).
Selain itu, Juaini juga menyoroti realisasi anggaran belanja daerah yang dinilai berjalan seimbang dengan capaian PAD, mencapai 98,44 persen. Ia menambahkan, “Capaian tersebut mencerminkan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah yang berjalan sesuai dengan rencana serta mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.”
Meski demikian, Juaini mengakui adanya sejumlah kegiatan yang belum terealisasi sepenuhnya karena proses administrasi penutupan anggaran. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah pada tahun anggaran selanjutnya. “Kami tetap melakukan evaluasi untuk peningkatan PAD Lombok Timur di tahun selanjutnya,” tegasnya.
Tantangan Pemangkasan Dana Transfer Pusat
Sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Timur, H Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa Kabupaten Lombok Timur menghadapi tantangan serius dengan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp402 miliar untuk anggaran 2026. “Kondisi ini membuat pemerintah daerah berusaha terus untuk menggenjot capaian pendapatan asli daerah,” kata Edwin.
Akibat pemangkasan ini, Lombok Timur tidak mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang krusial untuk pembangunan infrastruktur jalan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menyusun skema pembangunan jalan dengan mekanisme tahun jamak, mengalokasikan dana sebesar Rp250 miliar untuk tiga tahun. “Sebanyak Rp50 miliar digunakan untuk uang muka tahun 2025 ini,” jelas Edwin.
