Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, memastikan akan segera memperbaiki jembatan gantung penghubung antardusun di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol. Perbaikan ini menjadi prioritas menyusul laporan anak-anak sekolah yang terpaksa menggunakan rakit bambu untuk menyeberang sungai akibat kerusakan jembatan.
Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini dengan cepat. “Tentunya pemerintah daerah bergerak cepat untuk menuntaskan dan mengantisipasi agar masyarakat serta anak-anak sekolah menyebrang tidak menggunakan rakit bambu lagi,” kata Taufik saat dihubungi dari Banawa pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Kerusakan jembatan gantung tersebut, jelas Taufik, disebabkan oleh bencana banjir bandang yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. Akibatnya, akses vital menuju sekolah terputus, memaksa para siswa mengambil risiko dengan menyeberangi sungai menggunakan rakit.
“Jadi akses untuk menuju sekolah terputus sehingga anak-anak pergi ke sekolah harus naik rakit yang beresiko terhadap keamanan dan keselamatannya,” ujarnya, menyoroti bahaya yang dihadapi anak-anak setiap hari.
Taufik menambahkan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah diterjunkan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Pekerjaan Umum setempat telah melihat secara langsung kerusakan tersebut.
“Pada intinya segera kita ambil langkah-langkah yang lebih cepat dalam mengatasi jembatan gantung tersebut,” tegas Taufik. Ia memastikan bahwa Pemkab Donggala akan mencari skema perbaikan yang tepat, bahkan di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Tantangan aksesibilitas pendidikan di Kabupaten Donggala tidak hanya terjadi di Sojol. Taufik mengungkapkan, pihaknya juga menerima laporan serupa dari Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, di mana siswa juga masih harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi sungai menuju sekolah.
“Kami juga menerima laporan bahwa di Desa Malino Kecamatan Banawa Selatan masih ada siswa menggunakan rakit bambu guna menyeberangi sungai saat menuju sekolah,” kata Taufik. Ia berjanji akan mengupayakan perbaikan akses penghubung di kedua wilayah tersebut.
“Pemda saat ini masih mencari skema yang tepat sehingga walaupun dalam kondisi efisiensi perbaikan jembatan penghubung itu tetap bisa dilaksanakan,” pungkasnya, menunjukkan tekad pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan dan kelancaran akses pendidikan bagi seluruh anak di Donggala.
