Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi hingga Januari 2026. Operasional SPPG ini menjadi tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

“Dapur MBG yang telah beroperasi itu sebanyak 114 titik di 12 kecamatan di Lombok Tengah,” ujar Ketua Sekretariat Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Setiawan, di Lombok Tengah, Kamis (6/2/2026).

Setiawan menjelaskan, dari total 149 SPPG yang telah dibangun di Lombok Tengah, masih terdapat 35 titik yang belum beroperasi. “Yang belum beroperasi itu 35 SPPG dan tinggal menunggu anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN),” tambahnya.

Sebanyak 320.860 orang menjadi sasaran dari 114 SPPG yang telah aktif. Rinciannya, 299.652 adalah pelajar, sementara 32.142 lainnya merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Lalu Setiawan juga mengungkapkan bahwa sasaran Program MBG kini tidak hanya terbatas pada pelajar, tetapi juga mencakup guru atau pegawai di sekolah. Oleh karena itu, jumlah SPPG di Lombok Tengah berpotensi bertambah. “Bisa bertambah, yang jelas saat ini ada 114 SPPG yang telah beroperasi,” tegasnya.

  KSOP Labuan Bajo Umumkan Penutupan Sementara Pelayaran ke Komodo-Padar Pasca Insiden Kapal Tenggelam

Secara terpisah, Pemerintah Provinsi NTB dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sinergi untuk mempercepat implementasi Program MBG di seluruh wilayah NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan dukungan penuh Pemprov terhadap Program MBG, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Saat ini kita memasuki fase bagaimana memastikan praktek dan standar-standar dalam Program MBG di NTB itu terpenuhi dengan baik,” ucap Iqbal.

Menurut Iqbal, jumlah SPPG atau dapur MBG yang telah terbangun di NTB telah melampaui target awal 600 unit, dengan total lebih dari 600 unit. Ia menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan semua warga terjangkau. “Kalau masih ada warga kita yang belum terjangkau karena mungkin data kita tidak valid, kita akan evaluasi kembali. Karena tujuan program ini sangat baik dalam menyelesaikan program gizi anak kita dan menggerakkan ekonomi lokal. Bayangkan Rp5,7 triliun uang yang beredar di masyarakat kita dari MBG ini,” jelasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes