Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), gencar melaksanakan sosialisasi literasi untuk memperkuat kemampuan berbahasa Inggris di kalangan pelajar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya daerah tersebut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing di kancah global.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyatakan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas. “Ini salah satu upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di sektor pendidikan,” kata Najmul Akhyar di Lombok Utara pada Sabtu (20/12/2025).
Program kolaborasi dengan platform learning room ini diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan global. Kemampuan berbahasa Inggris dianggap sebagai kunci utama dalam mengakses informasi dan memenangkan persaingan di masa depan, terutama bagi Lombok Utara yang merupakan destinasi wisata internasional unggulan.
“Terutama bagi Lombok Utara yang merupakan salah satu destinasi wisata internasional unggulan di Nusa Tenggara Barat (NTB),” tambah Bupati Najmul Akhyar, menekankan relevansi program ini dengan sektor pariwisata daerah.
Najmul Akhyar juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang hadir, menyebut mereka sebagai ujung tombak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) anak muda di Lombok Utara. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan sebagai pilar utama peningkatan IPM.
“Sejak awal, kita telah menyepakati bahwa salah satu ikhtiar utama kita meningkatkan IPM adalah melalui jalur pendidikan,” ujarnya.
Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi, Pemkab Lombok Utara bersyukur atas pencapaian daerahnya yang berhasil menjadi wilayah dengan laju peningkatan IPM tertinggi di NTB pada tahun ini. Keberhasilan ini, menurut Najmul Akhyar, adalah buah dari dedikasi para guru di sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta, yang terus berjuang memperbaiki kualitas dan menghidupkan ruang-ruang kelas.
Peningkatan kapasitas pendidikan anak-anak dilakukan melalui proses pembelajaran yang lebih intensif, dengan penguatan pada kemampuan bahasa Inggris sebagai langkah awal. “Tentu saja, peningkatan pada mata pelajaran lainnya akan mengikuti secara bertahap,” jelas Najmul Akhyar.
Prioritas pada bahasa Inggris saat ini didasari oleh kemitraan strategis dengan pihak yang memiliki rekam jejak luar biasa. “Portofolio program yang mereka jalankan di berbagai daerah di Indonesia telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan,” pungkasnya.
