Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendesak seluruh kepala desa dan camat untuk menyukseskan program kebersihan “Pakagali Pakagaya Ngata” di wilayahnya. Program ini menjadi prioritas daerah dalam menata kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa “Tentunya Pakagali Pakagaya Ngata adalah program prioritas dan masuk dalam inovasi pemerintah daerah.” Hal tersebut disampaikan Bupati Rizal saat ditemui awak media di Sigi pada Selasa, 17 Februari 2026.

Menurut Bupati Rizal, kebersihan merupakan bagian penting dari ajaran agama. Oleh karena itu, ia merasa “kurang elok jika kantor-kantor pemerintahan, termasuk pekarangan rumah warga di Kabupaten Sigi, masih banyak sampah berserakan sehingga terlihat kumuh dan kotor.” Ia berharap program ini dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk menjaga kebersihan dan hidup hemat.

Pemkab Sigi secara rutin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kebersihan ini. Evaluasi melibatkan camat serta laporan dari Tim Penggerak PKK dan Dinas Lingkungan Hidup setempat. Bupati Rizal tidak segan memberikan sanksi bagi wilayah yang tidak patuh. “Jika ada desa belum bersih, maka akan saya berikan teguran, sebab wilayah itu tidak ikut menyukseskan program kebersihan di Kabupaten Sigi,” ujarnya.

  Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae: "Bansos Harus Tepat Sasaran, Kades Wajib Musyawarah Desa"

Ke depan, Bupati Rizal berencana menunjuk masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai koordinator di setiap kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk mengawasi langsung kebersihan di Kabupaten Sigi. Selain itu, ia juga telah menetapkan kegiatan rutin bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat. “Saya sudah menetapkan kegiatan rutin setiap hari Jumat untuk bersih-bersih lingkungan dengan melibatkan seluruh masyarakat termasuk anak-anak sekolah,” kata dia.

Program Pakagali Pakagaya Ngata sendiri bertujuan membangun desa melalui budaya bersih dan hidup hemat. Data menunjukkan, jumlah produksi sampah di Kabupaten Sigi mencapai 30 ton per hari.

50% LikesVS
50% Dislikes