Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng KARSA Institute dalam upaya penguatan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Kerja sama ini difokuskan pada pengelolaan sampah organik di tingkat desa untuk menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Fokus Pengelolaan Sampah Organik

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa salah satu bentuk kerja sama yang akan berjalan pada tahun 2026 adalah pengelolaan sampah organik skala kecil. Program ini diharapkan dapat mengubah sampah menjadi nilai ekonomi yang signifikan.

“Pemerintah daerah sangat terbantu dengan kerja sama lembaga swadaya masyarakat dalam melakukan pendampingan khususnya pada sektor pertanian dan pemberdayaan desa,” kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi pada Senin, 2 Februari 2026.

Rizal menekankan pentingnya peran KARSA Institute dalam pemberdayaan masyarakat, perempuan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sigi. Ia optimistis bahwa program ini akan membawa dampak positif.

“Ke depan hanya dengan sampah dua ton setiap harinya per desa bisa diolah dan diubah menjadi biogas termasuk dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” ucapnya.

  Pemkab Sigi Temukan Minyakita Dijual di Atas HET, Pedagang Diimbau Beli dari Bulog Jelang Ramadhan

Dampak dan Rencana ke Depan

Menurut Rizal, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini sejalan dengan visi dan misi daerah dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Ia meyakini bahwa inisiatif ini dapat berkontribusi pada penurunan angka pengangguran.

“Tentunya program pemberdayaan ini bisa menurunkan angka pengangguran karena terbukanya lapangan pekerjaan,” sebutnya.

Rizal menambahkan, program pemberdayaan semacam ini hanya memerlukan modal kecil namun memberikan manfaat besar dan berulang. Hal ini juga dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta belanja negara.

“Ke depan masyarakat melalui program pemberdayaan ini merasakan bahwa dengan sampah bisa mendapatkan penghasilan untuk kehidupannya sehari-hari,” kata dia.

Sebagai langkah awal, Bupati Sigi berencana melakukan kunjungan lapangan untuk menyiapkan wilayah percontohan sebelum program ini dikembangkan dalam skala yang lebih besar di seluruh kabupaten.

50% LikesVS
50% Dislikes