Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat, memulai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. Kegiatan perdana GPM berlangsung di kawasan Cipelangherang, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Kamis (5/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan pokok tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga di bawah rata-rata pasar. Warga tampak antusias membeli kebutuhan pokok yang ditawarkan.
Pengendalian Inflasi Daerah
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan bahwa GPM menyasar seluruh kecamatan di Kota Sukabumi. Program ini berfokus pada pengendalian laju inflasi daerah yang kerap bergejolak mendekati hari besar keagamaan.
“Kami sediakan berbagai kebutuhan pangan masyarakat, seperti terigu, gula pasir, telur, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Een pada Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih, ritel modern, serta pelaku usaha lokal. Een menjamin harga yang ditawarkan kepada masyarakat jauh lebih murah karena menggunakan rantai distribusi pertama. “Harga yang dijual harga distributor. Jadi, harganya cukup terjangkau. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak,” imbuhnya.
Antisipasi Fluktuasi Harga
Meski harga bahan pokok di Kota Sukabumi saat ini terpantau relatif stabil, Een memprediksi adanya potensi fluktuasi harga dalam dua pekan ke depan seiring meningkatnya permintaan pasar menjelang Ramadan. “Saat ini masih stabil. Tapi tidak tahu beberapa hari ke depan karena harga terus fluktuatif mengikuti harga pasaran,” pungkasnya.
Senada dengan Een, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, menyebutkan bahwa komoditas seperti cabai dan bawang mulai menunjukkan tren kenaikan harga. GPM hadir sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menekan tren tersebut. “Kita berharap bahan pokok tetap stabil. Masyarakat tidak usah panik dengan kebutuhan pokok. Menjelang Ramadan, harga cabai dan bawang meningkat. Jadi kita intervensi melalui GPM,” jelas Adrian.
Ke depan, Pemkot Sukabumi melalui Satgas Pangan juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok aman hingga Idulfitri mendatang. “Pasti, itu sudah menjadi agenda rutin setiap menjelang Ramadan dan nanti menghadapi Idulfitri,” tegas Adrian. Kegiatan serupa dijadwalkan akan terus berlanjut di enam titik kecamatan lainnya guna memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh warga Kota Mochi.

