Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat hingga upaya lanjutan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Upaya ini meliputi evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, hingga normalisasi sungai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa sejak awal bencana banjir terjadi, Pemprov Jabar langsung menerjunkan tim ke lapangan. Penanganan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi serta BPBD Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.
Dampak banjir di Kabupaten Karawang tercatat cukup luas, meliputi 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga (KK) terdampak. Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, banjir merendam 16 kecamatan dan 33 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 4.622 KK.
Personel dan Bantuan Logistik Dikerahkan
Herman Suryatman memastikan bahwa petugas BPBD telah disiagakan di lokasi terdampak. “Saya pastikan, petugas BPBD telah disiagakan di lokasi terdampak. Di Kabupaten Karawang, BPBD Provinsi Jabar menugaskan lima personel untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat. Sementara di Kabupaten Bekasi, delapan personel BPBD Provinsi Jabar diturunkan untuk memperkuat penanganan di lapangan,” jelas Herman.
Selain pengerahan personel, Pemprov Jabar juga membuka dapur umum di kedua wilayah tersebut. Penyaluran bantuan logistik berupa sembako terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Masing-masing daerah telah menerima 85 paket logistik, terdiri dari 50 paket awal dan tambahan 35 paket.
Tidak hanya logistik, bantuan teknis berupa beronjong juga dikirimkan untuk penanganan tanggul dan aliran sungai. Sebanyak 50 beronjong dikirim ke Karawang dan 50 beronjong ke Bekasi.
Prioritas Keselamatan dan Normalisasi Jangka Panjang
Menurut Herman, pemerintah masih terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan. Sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Sosial, dan BPBD akan terus digerakkan untuk mendukung penanganan banjir.
“Tentu yang paling utama bagi kami adalah keselamatan warga. Evakuasi dilakukan bersama BPBD, TNI dan Polri. Nomor satu warga harus selamat, baru kemudian penanganan lainnya menyusul,” tegas Herman.
Terkait penanganan jangka menengah dan panjang, Herman memastikan bahwa normalisasi dan pelebaran sungai akan kembali dilanjutkan. Ia menyebut, sebelumnya sejumlah ruas sungai di Karawang dan Bekasi telah dinormalisasi, dilebarkan, serta dikeruk bagian yang dangkal. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya tuntas.
“Setelah evakuasi warga, sesuai arahan gubernur, kami akan bergerak cepat melakukan normalisasi sungai-sungai yang masih menjadi kendala. Targetnya Bekasi bebas banjir, Karawang bebas banjir,” terang Herman.
Herman mengakui bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara instan. Namun, langkah antisipatif telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Bahkan, gubernur turun langsung memimpin normalisasi sungai di sejumlah titik, termasuk di wilayah Wadas, dengan melibatkan Dinas SDA, BBWS, serta pihak terkait lainnya. “Karena banjir masih terjadi, tentu normalisasi harus dilanjutkan kembali agar seluruh sungai di Karawang dan Bekasi bisa berfungsi optimal,” pungkasnya.
