Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 2.436 kali di seluruh daerah sejak Januari hingga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dari kegiatan tersebut, Pemprov Jateng berhasil membukukan omzet mencapai Rp45,7 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa GPM ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

“Kami sudah dekat GPM di seluruh daerah di Jawa Tengah sebanyak 2.436 kali dengan omzetnya mencapai Rp45,7 miliar,” kata Taj Yasin Maimoen seusai penjualan pangan murah bagi komunitas ojek online di Gudang Perum Bulog, Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Taj Yasin, GPM menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, jagung, minyak, dan daging saat harganya melonjak. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di provinsi tersebut.

“GPM ini juga memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau,” tambahnya.

  BBKSDA Riau Konfirmasi Kemunculan Harimau Sumatra Jantan Dewasa di Akses Jalan PT BSP

Berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam GPM dibeli oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari petani dengan harga yang layak. Kemudian, Pemprov Jawa Tengah memberikan subsidi harga kepada warga, sehingga harga jual di GPM menjadi lebih terjangkau dan dapat mengintervensi harga pasar yang berpotensi melonjak.

Melalui program GPM ini, pemerintah menyiapkan skema untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya, serta memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok tetap stabil menjelang Nataru. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat.

“Kita bisa melihat Gudang (Perum) Bulog kita, masih aman terkendali. Insya Allah ketersediaan pangan mencukupi,” ujar Taj Yasin.

Taj Yasin Maimoen juga menegaskan bahwa produksi pangan di Jawa Tengah sejauh ini tetap surplus. Kondisi ini menjadikan Jawa Tengah sebagai penyumbang ketahanan pangan nomor dua terbesar secara nasional.

“Kita akan terus genjot produksi pangan di tahun-tahun mendatang hingga terus meningkat,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes