Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara bertahap menggeser arah kebijakan investasi, mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. Fokus penanaman modal kini dialihkan ke tiga sektor unggulan: pariwisata, pertanian, dan energi terbarukan, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Langkah strategis ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, pada Kamis (18/12/2025). Menurut Irnadi, kebijakan ini selaras dengan visi yang dicanangkan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. “Ini sesuai dengan yang dicanangkan Bapak Gubernur,” ujar Irnadi.

Ketiga sektor prioritas tersebut juga menjadi pilar utama kerja sama pengembangan regional antara NTB dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus di bidang energi terbarukan, Gubernur Iqbal mencanangkan NTB bersama NTT sebagai produsen energi untuk Bali, yang saat ini pasokannya masih bergantung dari Jawa. Inisiatif ini diharapkan mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di NTB.

Potensi Energi Terbarukan NTB Melimpah

NTB memiliki potensi energi terbarukan yang signifikan. Provinsi ini tercatat memiliki 77 bendungan yang berpotensi untuk pemasangan panel surya terapung (floating solar panel), dengan kapasitas produksi listrik mencapai ribuan megawatt. Selain itu, NTB juga memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) darat, energi panas bumi (geothermal), hingga pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

  Resmi! Pemerintah Tetapkan Aturan Seragam ASN 2026, Samakan Pakaian Dinas PNS dan PPPK

Pengembangan Pariwisata dan Konektivitas

Di sektor pariwisata, NTB telah membuka sejumlah rute penerbangan baru yang menghubungkan daerah ini dengan destinasi lain seperti Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi. Beberapa penerbangan internasional juga telah beroperasi. Untuk meningkatkan konektivitas ke pulau-pulau kecil di NTB, pemerintah berencana menghadirkan seaplane atau pesawat air dari Bandara Lombok ke berbagai destinasi. Pembangunan dua pelabuhan kapal cepat juga tengah digarap sebagai upaya memajukan pariwisata dan mendongkrak perekonomian lokal.

NTB sebagai Lumbung Pangan Nasional

Sektor pertanian juga menjadi fokus utama, mengingat NTB dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Investasi di bidang ini diharapkan dapat menjaga kedaulatan pangan di masa mendatang.

Irnadi menambahkan, saat ini investasi di NTB masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA), meskipun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda.

50% LikesVS
50% Dislikes