Perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, terus dikebut. Namun, pengguna jalan menyuarakan kekhawatiran akan potensi longsor susulan dari bukit di sisi badan jalan, terutama menjelang masa libur pergantian tahun.
Bukit yang berada di sisi kanan jalur menuju Padang Sidempuan dinilai sangat rawan longsor saat curah hujan tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat volume kendaraan diprediksi akan meningkat signifikan selama periode libur akhir tahun.
“Bukit di sisi jalan ini perlu diturunkan dengan alat berat agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut pada Sabtu (27/12).
Ojak Nainggolan (55), warga Padang Sidempuan, mengungkapkan kecemasannya setiap kali melintasi Jalinsum Pengkolan saat hujan. Menurutnya, selain ancaman longsor, kondisi jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan. Ia berharap pemerintah segera melakukan pengerasan dan pelebaran jalan, serta memangkas bukit di sisi jalan.
“Kalau hujan turun, jalan tidak licin dan pengguna jalan tidak terus dihantui bahaya longsor,” kata Ojak.
Ojak juga menambahkan bahwa pengamanan jalan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada petugas di lapangan. “Petugas juga punya keluarga, tidak mungkin berjaga 24 jam. Karena itu perlu kajian matang terhadap kondisi badan jalan ini,” tegasnya.
Senada dengan Ojak, Bomer (37), warga Kabupaten Tapanuli Utara, mendesak Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara dan Balai Jalan Nasional untuk segera menurunkan alat berat serta tenaga teknis ke lokasi. “Badan jalan harus segera diperkeras dan diperlebar. Bukit di sisi kanan jalur menuju Padang Sidempuan juga harus diturunkan sebelum pergantian tahun, karena hujan masih sering turun di daerah ini,” ujarnya singkat.
