Penyerang PSM Makassar, Ricky Pratama, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan pada Minggu, 15 Februari 2026. Laporan tersebut terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial AD yang mengaku sebagai pacarnya.
Dugaan tindak kekerasan ini mencuat setelah AD membeberkan insiden tersebut melalui akun media sosial miliknya. Didampingi dua kuasa hukum, AD kemudian secara resmi melaporkan Ricky Pratama ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel.
Menurut keterangan AD, penganiayaan itu diduga terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, di sebuah indekos yang berlokasi di Jalan Anuang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
“Betul, siang tadi kami ke Polda Sulsel. Kami sudah melaporkan RP dugaan penganiayaan,” ujar Eko Saputra, salah satu kuasa hukum AD. Ia menambahkan, “Tepat di tanggal 6 itu, sebelum PSM berangkat away ke Jogja, terjadi cekcok.”
Hingga Rabu, 18 Februari 2026, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Ricky Pratama maupun manajemen klub PSM Makassar terkait dugaan penganiayaan ini.
Profil Ricky Pratama
Di tengah kehebohan atas dugaan tersebut, publik mulai menyoroti profil Ricky Pratama. Pemain muda ini lahir di Sidoarjo pada 6 Mei 2003. Ia mengawali karier sepak bolanya di Sulawesi Selatan dengan bergabung ke akademi PSM Makassar pada tahun 2019.
Nama Ricky Pratama mulai dikenal luas di level junior setelah menjadi top skor dengan torehan 27 gol pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 tahun 2021. Bakatnya juga sempat diasah di Eropa saat ia menjadi bagian dari Garusa Select.
Berkat performa impresifnya, Ricky berhasil menembus skuad utama PSM Makassar dan turut berkontribusi dalam meraih gelar juara Liga 1 musim 2022/2023. Penampilannya terus menunjukkan peningkatan, tercatat ia bermain dalam 20 pertandingan di Liga 1 2023/2024 dan 32 pertandingan di musim 2024/2025. Pada musim ini, Ricky telah mencatatkan 11 penampilan bersama tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Secara keseluruhan, Ricky Pratama telah bermain dalam 94 pertandingan untuk PSM Makassar, dengan catatan satu gol dan sembilan assist.
Selain di level klub, Ricky Pratama juga menjadi langganan Tim Nasional Indonesia. Ia merupakan pemain favorit di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg. Ricky juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, di mana ia mengantongi 74 menit bermain dalam dua pertandingan fase tersebut. Namun, kini prestasi dan nama besarnya terancam tercoreng akibat dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pacarnya.
