Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin pasokan energi tetap aman selama puncak mobilitas warga pada pertengahan Maret mendatang.

Data internal Pertamina memproyeksikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Gasoline (bensin) akan melesat 11,9% dari angka normal 18.430 kiloliter per hari. Kenaikan serupa juga membayangi kebutuhan elpiji rumah tangga yang diprediksi merangkak naik 3,5% dari rata-rata harian sebesar 6.567 metrik ton.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa timnya telah memetakan empat fase krusial pergerakan massa. Arus mudik diprediksi pecah dalam dua gelombang pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret, sementara arus balik menyusul pada akhir bulan.

“Kami melihat tren pergerakan masyarakat yang masif tahun ini. Oleh karena itu, pasokan dan distribusi energi kami jaga ketat agar tidak ada hambatan di lapangan,” ujar Ahad dalam pertemuan bersama Komisi XII DPR RI di Surabaya, Rabu (11/3/2026).

Berbanding terbalik dengan bensin, konsumsi solar (Gasoil) justru diprediksi turun 9,8%. Penurunan ini merupakan efek domino dari berhentinya aktivitas industri dan pembatasan angkutan logistik selama masa libur panjang.

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, memberikan catatan khusus terhadap kesiapan operator energi ini. Ia meminta Pertamina dan PLN tetap waspada terhadap potensi kelangkaan di titik-titik krusial.

“Strategi yang sudah disusun harus mampu menjaga stabilitas energi. Jangan sampai ada kelalaian yang memicu kelangkaan di tengah tingginya permintaan,” tegas Meitri.

Guna mempermudah akses warga, Pertamina menyiagakan infrastruktur jumbo yang terdiri dari 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen elpiji. Sebanyak 644 SPBU di antaranya akan beroperasi penuh selama 24 jam.

Bagi pengendara yang terjebak macet, Pertamina menerjunkan 36 unit motor pengantar BBM (motorist) yang siap menembus jalur padat menuju pemukiman atau lokasi wisata. Selain itu, ada 17 mobil tangki yang disiagakan di titik rawan sebagai kantong suplai cadangan.

“Selain stok, kami siapkan fasilitas pendukung seperti Serambi MyPertamina di rest area. Di sana warga bisa memanfaatkan ruang istirahat, klinik mini, hingga tempat bermain anak secara gratis,” tambah Ahad.

Di sektor penerbangan, pasokan avtur di 15 bandara wilayah Jatimbalinus dinyatakan dalam posisi aman. Meski demikian, ada prediksi penurunan konsumsi avtur sebesar 6,1% dibanding hari biasa. Angka itu dipengaruhi oleh penutupan operasional Bandara Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi dan pembatalan sejumlah rute penerbangan ke Timur Tengah.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk mengisi tangki BBM secara penuh sebelum memulai perjalanan jauh dan memanfaatkan transaksi digital via aplikasi untuk memantau lokasi SPBU terdekat.