Pesisir Kota Cirebon kembali menghadapi masalah serius berupa tumpukan sampah yang menggunung. Kondisi ini terlihat jelas di sepanjang bibir pantai Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon, yang memprihatinkan.
Tumpukan sampah tersebut berada di luar tumpukan batu-batu besar yang berfungsi sebagai pemecah gelombang. Ironisnya, gelombang laut tidak lagi mengenai breakwater akibat padatnya tumpukan sampah yang menghalangi.
Asal Muasal Sampah dan Faktor Pemicu
Lurah Kesenden, Ruliyanto, menjelaskan bahwa tumpukan sampah di sepanjang bibir pantai tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas warga pesisir. “Namun merupakan sampah bawaan dari aliran Sungai Kedung yang mengalir dari hulu ke hilir. Kebetulan muaranya ada di wilayah Kesenden,” tutur Ruli pada Rabu (4/2).
Selain dari Sungai Kedung Pane, sampah juga berasal dari sejumlah anak sungai lainnya yang melintasi wilayah kota dan kabupaten Cirebon. Semakin banyaknya sampah diperparah kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi beberapa bulan terakhir, membawa residu sampah hingga bermuara ke laut.
Langkah Penanganan Jangka Pendek dan Panjang
Sebagai langkah awal, Ruliyanto menyatakan pihaknya akan segera mengadakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan Pantai Kesenden. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh Walikota Cirebon dan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Polairud, TNI, serta melibatkan masyarakat.
“Selanjutnya kami juga sudah menyiapkan langkah jangka panjang untuk penanganan sampah ini,” tambah Ruli. Pihak kelurahan berencana membangun sistem pengamanan lingkungan terpadu. “Kami membentuk satuan Linmas tingkat kelurahan yang salah satunya berfungsi untuk menjaga wilayah Kesenden dari sampah, baik dari darat maupun dari laut,” jelas Ruli.
Pihaknya juga akan melengkapi upaya ini dengan pemasangan portal dan kamera pengawas (CCTV) untuk memantau dan mencegah pembuangan sampah ilegal.
Sorotan Nasional pada 2023
Pantai Kesenden bukan kali pertama menjadi sorotan publik terkait masalah sampah. Pada tahun 2023 lalu, pantai ini sempat menjadi perhatian nasional seiring dengan aksi bersih-bersih pantai yang digagas oleh Pandawara Group. Kala itu, Pandawara Group bahkan menyebut Pantai Kesenden sebagai pantai terkotor ketiga di Indonesia.
Aksi tersebut berhasil menarik ribuan orang untuk turut serta dalam kegiatan bersih-bersih pantai, menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir. Namun, masalah sampah kini kembali menghantui.

