Petani di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, kini mulai beralih menggunakan pestisida nabati. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam budidaya tanaman padi mereka.

Pestisida alami tersebut diracik dari bahan-bahan lokal seperti rimpang kunyit, jahe merah, kencur, dan batang sereh. Bahan-bahan ini dihaluskan atau dicacah, lalu dicampur dengan air bersih dan difermentasi selama tiga hingga lima hari sebelum siap diaplikasikan.

Kepala Desa Karang Sidemen, Yuda Praya Cindra Budi, menjelaskan bahwa pemanfaatan pestisida nabati merupakan langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan pertanian. “Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat merusak kesuburan tanah dan mencemari air sawah. Karena itu, kami mendorong petani memanfaatkan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih aman,” ujar Yuda.

Yuda menambahkan, bahan baku pestisida nabati sangat mudah didapat di lingkungan desa dan dapat diproduksi secara mandiri oleh petani. “Selain ramah lingkungan, biaya pembuatannya juga lebih murah sehingga dapat mengurangi beban produksi petani,” katanya.

  Polresta Mataram Rampungkan Petunjuk Jaksa, Berkas Korupsi Masker COVID-19 Siap Dilimpahkan Kembali

Pestisida nabati diaplikasikan dengan cara disemprotkan secara rutin pada tanaman padi, terutama pada fase vegetatif hingga awal pembungaan. Penyemprotan berkala ini bertujuan menekan serangan hama seperti wereng dan ulat tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem sawah.

Sahroni Prayadi, salah seorang petani padi di Desa Karang Sidemen, mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan pestisida nabati. “Sejak mencoba pestisida nabati, tanaman terlihat lebih sehat dan kondisi tanah tidak rusak seperti sebelumnya,” ungkap Sahroni.

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Mataram. Tri Mawansyah, salah satu mahasiswa pendamping, menyatakan pihaknya membantu petani memanfaatkan bahan lokal sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

“Kami membantu petani mulai dari proses pembuatan hingga cara aplikasi pestisida nabati agar penggunaannya tepat dan efektif,” jelas Tri.

Menurut Tri, pestisida nabati bekerja secara alami dengan mengganggu aktivitas makan dan perkembangan hama. “Efeknya memang tidak instan, tetapi lebih aman karena tidak merusak musuh alami hama padi maupun lingkungan sawah,” imbuhnya.

  Respons Aksi Mandi Lumpur Kades Bonder, Dinas PUPR Lombok Tengah: "Perbaikan Jalan Sudah Kami Rencanakan"

Selain menekan penggunaan pestisida kimia, pemanfaatan pestisida nabati juga dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen. Minimnya residu bahan kimia membuat hasil panen lebih aman untuk dikonsumsi.

Pemerintah Desa Karang Sidemen berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara petani dan mahasiswa. “Kami berharap pendampingan dari mahasiswa KKN MBKM dapat mempercepat penerapan pertanian ramah lingkungan di desa,” tutup Yuda.

Inisiatif pemanfaatan pestisida nabati di Desa Karang Sidemen ini menjadi contoh nyata sinergi antara petani, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

50% LikesVS
50% Dislikes