Bandara Internasional Nusantara (BIN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, selangkah lagi akan membuka layanannya untuk penerbangan komersial. Sejak resmi beroperasi pada 12 Juni 2025, bandara ini masih berstatus khusus, melayani pesawat kenegaraan, instansi pemerintah, serta penerbangan charter dan pribadi.
Sejumlah pesawat telah mendarat di BIN, termasuk Boeing 737-400 milik TNI Angkatan Udara, helikopter TNI Angkatan Darat, pesawat Beechcraft dari Balai Kalibrasi, serta jet pribadi Bombardier Challenger CL 604 yang dioperasikan PT Karisma Bahana Aviasi.
Saat ini, Bandara Nusantara sedang memproses perubahan statusnya menjadi bandara umum. Plt Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menjelaskan bahwa proses ini krusial untuk membuka layanan penerbangan komersial.
“Perubahan status ini sangat penting agar bandara dapat melayani penerbangan komersial. Saat ini kami masih menjalankan fungsi sebagai Bandar Udara Khusus,” ujar Imam, dikutip pada Sabtu (20/12/2025).
Imam menambahkan, pemerintah tengah menyesuaikan regulasi agar bandara dapat segera melayani penerbangan komersial. Perubahan status menjadi Bandar Udara Umum merupakan aspek utama dalam proses tersebut.
Bandara Internasional Nusantara dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung konektivitas dan kegiatan pemerintahan di IKN, serta mampu melayani pesawat berbadan lebar terbesar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380.
Fasilitas Lengkap untuk Penerbangan Internasional
BIN dilengkapi dengan runway berdimensi 3.000 meter x 45 meter, menjadikannya yang terpanjang di Kalimantan. Selain itu, terdapat dua taxiway masing-masing sepanjang 146 meter dengan lebar 30 meter, serta apron seluas 97.189 meter persegi yang dapat menampung lima pesawat berbadan lebar atau sembilan pesawat berbadan sempit.
Bandara ini juga memiliki Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi dan Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi, dengan kapasitas 420 penumpang per jam atau 1,6 juta penumpang per tahun. Dengan panjang runway tersebut, pesawat berbadan lebar dapat melakukan penerbangan jarak jauh langsung menuju Timur Tengah maupun Eropa tanpa perlu pengisian bahan bakar di bandara lain.
Fasilitas sisi udara, meliputi runway, taxiway, apron, dan helipad, telah tuntas seluruhnya. Sementara itu, tahap pertama sisi darat juga telah rampung, dilengkapi dengan Terminal VVIP dan VIP, menara pengatur lalu lintas udara, fasilitas penanggulangan keadaan darurat, gedung perkantoran, rumah ibadah, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Saat ini, pekerjaan lanjutan berupa penataan lanskap dan pembangunan jalan perimeter sedang berlangsung, ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Tahap berikutnya akan mencakup pembangunan fasilitas imigrasi, karantina, dan bea cukai untuk mendukung aktivitas penerbangan internasional. Secara internasional, Bandar Udara Nusantara telah terdaftar pada International Civil Aviation Organisation dengan kode WALK.
Imam berharap kehadiran bandara ini dapat memperkuat konektivitas serta mempercepat pergerakan kegiatan pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik di IKN.
