Sebanyak 600 relawan remaja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta menggelar apel siaga dan uji kompetensi besar-besaran di halaman SMP Negeri 20 Surakarta pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Relawan yang akan jatuh pada 26 Desember mendatang.
Mengusung tema “Solidaritas Relawan Memperkuat Aksi Lokal”, agenda ini dirancang untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan profesionalisme para relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan. Kepala Markas PMI Solo, Riki Mirzam, menjelaskan bahwa uji kompetensi ini melibatkan berbagai unsur relawan, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), hingga tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
Berbagai materi krusial diujikan dalam simulasi yang berlangsung rancak. Materi tersebut mencakup penanganan cepat darurat medis di lapangan, kesiapan penyediaan konsumsi skala besar saat masa darurat, serta penyamaan standar pelayanan bagi PMR tingkat Madya dan Wira agar sesuai dengan standar nasional PMI.
Riki Mirzam menegaskan pentingnya penguatan kapasitas relawan remaja. Menurutnya, hal ini krusial agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga tepat secara prosedur teknis kepalangmerahan. “Kami menekankan penyamaan standar kompetensi. Ada tolok ukur yang jelas agar ketika terjun ke lapangan, para relawan mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang selaras dengan prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan,” ujar Riki.
Melalui momentum Hari Relawan 2025 ini, PMI Solo berharap motivasi, kepedulian, dan kesiapsiagaan para relawan semakin meningkat. Keterlibatan remaja dalam aksi lokal ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi mendalam terhadap hasil simulasi. Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh personel memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima sebelum ditugaskan dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah Surakarta dan sekitarnya.








