Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan dua sopir Bus Cahaya Trans yang terlibat dalam kecelakaan maut di simpang susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, tidak terindikasi menggunakan narkoba. Hasil pemeriksaan awal terhadap darah kedua pengemudi menunjukkan hasil negatif.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Artanto, menjelaskan bahwa meskipun hasil tes narkoba negatif, tim medis masih melakukan analisis lanjutan. “Hasil pemeriksaan darah menunjukkan sopir negatif narkoba. Namun demikian, tim medis masih melakukan analisis lanjutan dan proses pemeriksaan masih berjalan,” ujar Kombes Artanto saat ditemui di RSUP Dr Kariadi Semarang, Senin (22/12).

Artanto menambahkan, bus nahas tersebut dikemudikan oleh sopir cadangan saat kejadian. Pergantian pengemudi dilakukan ketika bus berhenti di wilayah Subang, dalam perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta. “Untuk informasi awal, sopir yang mengemudikan bus saat kejadian adalah sopir cadangan. Dalam perjalanan dari Bogor ke Jogja, bus sempat berhenti di Subang untuk pergantian sopir,” jelasnya.

Kedua pengemudi bus yang selamat dari insiden tersebut telah diamankan oleh kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kecelakaan ini menewaskan 16 penumpang.

  Luqman Arif: "Perjalanan Akhir Tahun Lebih Hemat dengan Kereta Api KAI Daop 4 Semarang"

Polda Jawa Tengah menegaskan akan terus mendalami penyebab pasti kecelakaan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) akan segera dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh faktor-faktor yang menyebabkan insiden tragis ini. “Seluruh proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara profesional,” pungkas Artanto.

50% LikesVS
50% Dislikes