Empat korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari, telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Jenazah para korban diambil oleh pihak keluarga dari RSUP Dr Kariadi Semarang untuk segera dimakamkan.
Staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Dhofar, membenarkan proses pemulangan tersebut. “Betul, jenazah korban langsung diantar ke rumah masing-masing untuk dimakamkan,” ujar Dhofar. Ia menambahkan, pihak rumah sakit dan tim forensik menargetkan seluruh proses identifikasi dan pemulangan jenazah rampung pada hari ini, Selasa (23/12).
Keempat korban yang telah dipulangkan adalah Sriwono dari Klaten, serta Ngatiyem, Sugimo, dan Anis Munandar yang ketiganya berasal dari Boyololali dan masih memiliki pertalian keluarga. Sementara itu, jenazah korban lainnya akan menyusul setelah proses pengurusan oleh pihak keluarga selesai.
Hingga Senin (22/12) sore, petugas kepolisian dari Polda Jawa Tengah masih terus melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV tersebut. Bus menabrak pembatas jalan dan terguling di lokasi kejadian. Selain memeriksa sopir, tim kepolisian juga menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mendalami penyebab pasti insiden maut ini.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Masih diselidiki dan didalami tim TAA,” kata Kombes Artanto pada Senin (22/12). Meskipun penyebab pasti belum diketahui, dugaan sementara mengarah pada kelalaian sopir.
Kecelakaan tragis ini menewaskan 16 penumpang dan melukai 18 orang lainnya. Seluruh korban luka-luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Semarang.
