Jenazah perempuan yang ditemukan tim SAR gabungan di perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (29/12/2025) telah teridentifikasi. Korban merupakan salah satu anak dari Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B sepak bola Wanita Valencia CF di Spanyol, yang menjadi salah satu penumpang kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, membenarkan hasil identifikasi tersebut. Ia mendampingi istri Martin, Mar Martinez Ortuno, serta putri bungsu mereka, Ortuno Andrea (7), yang selamat dari insiden nahas itu.

“(Hasil identifikasi) confirm salah satu anak korban,” ungkap Budi Widjaja pada Senin sore. Informasi ini juga dibenarkan oleh internal kepolisian, yang berencana menyampaikan pernyataan resmi terkait proses dan hasil identifikasi jenazah tersebut.

Hingga saat ini, Martin Carreras Fernando dan dua anaknya yang lain masih dalam pencarian.

Proses Identifikasi Korban Tenggelam

Polda NTT sebelumnya telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan antemortem terhadap korban kapal pinisi Putri Sakinah. Proses ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mempercepat identifikasi korban saat ditemukan.

  Nusa Tenggara Timur Soroti Pemangkasan Gaji PPPK, Baku Tembak Pemburu Rusa, dan Kericuhan DPRD Ende

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menjelaskan, “Selain operasi pencarian di laut, upaya identifikasi korban juga dilakukan secara serius melalui kegiatan antemortem oleh tim Sidokkes Polres Manggarai Barat.”

Menurutnya, pemeriksaan antemortem merupakan bagian penting dalam penanganan bencana kemanusiaan. Ini dilakukan dengan mengumpulkan data korban saat masih hidup, termasuk ciri fisik dan sampel biologis, guna mendukung proses identifikasi secara ilmiah.

Penemuan Jenazah di Pulau Serai

Jenazah anak perempuan tersebut ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 Wita oleh seorang nelayan di Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,8 mil laut dari titik tenggelamnya kapal.

Kronologi Kecelakaan Kapal Putri Sakinah

Kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 20.30 Wita. Kapal wisata ini membawa 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, empat awak kapal, dan seorang pemandu wisata.

Enam wisatawan Spanyol tersebut adalah satu keluarga: Martin Carreras Fernando, istrinya, dan empat anak mereka yang berusia 7 hingga 12 tahun (dua laki-laki dan dua perempuan).

  Istri Pelatih Valencia Beberkan Detik-detik Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Suami dan Tiga Anak Hilang

Operasi SAR Diperluas dengan Teknologi Canggih

Operasi pencarian terhadap korban tenggelam diperluas hingga radius 5,25 nautical mile di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.

“Iya area pencarian juga diperluas hingga radius 5,25 nautical mile dengan mengerahkan berbagai armada laut, termasuk RIB, kapal patroli KPC Ditpolairud, dan KN SAR Puntadewa milik Basarnas,” ujar Kombes Henry.

Lebih dari 100 personel SAR gabungan dikerahkan, termasuk 25 personel Ditpolairud Polda NTT, Polairud Polres Manggarai Barat, dan Baharkam Mabes Polri. “Sejak malam kejadian, Ditpolairud Polda NTT bersama tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban selamat dan melakukan penyisiran intensif di laut,” tambahnya.

Untuk mempercepat pencarian korban dan bangkai kapal, Polda NTT mengerahkan peralatan berteknologi tinggi, seperti sonar system untuk mendeteksi objek di dasar laut, ROV atau drone bawah air, serta tim penyelam profesional Polairud.

Dugaan Penyebab Kapal Tenggelam

Berdasarkan penyelidikan awal, Kombes Henry menjelaskan bahwa kapal tenggelam akibat mati mesin yang diperparah oleh cuaca ekstrem. Gelombang setinggi 2-3 meter yang dipicu bibit siklon tropis 96S menghantam kapal.

  PT Agro Wahana Bumi Kuasai 28 Ribu Hektare Hutan Tambora, Warga Waswas Bencana Alam

“Situasi cuaca sangat ekstrem saat kejadian. Kapal mengalami mati mesin dan dihantam gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam dengan cepat. Dugaan sementara, sebagian korban terjebak di dalam kabin,” jelas Henry.

Dari total 11 orang di kapal, tujuh berhasil diselamatkan, termasuk istri dan satu anak Fernando Martín Carreras. Empat korban lainnya, yakni Fernando Martín Carreras dan tiga anaknya, masih dinyatakan hilang.

Polda NTT juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol, Kementerian Pariwisata, serta instansi terkait lainnya guna pendampingan keluarga korban dan mendukung proses investigasi.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku wisata bahari agar memprioritaskan keselamatan pelayaran, dengan selalu memantau informasi cuaca dari BMKG, memastikan kapal dalam kondisi layak laut, serta mematuhi arahan otoritas pelabuhan,” pungkas Henry.

50% LikesVS
50% Dislikes