Sebanyak 15 orang tewas dan 19 lainnya luka-luka dalam insiden kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah kini fokus menyelidiki legalitas pengemudi dan kelaikan operasional armada bus tersebut selama masa arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Puluhan personel dari Polda Jateng dan Polrestabes Semarang segera dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim mengidentifikasi fisik kendaraan dan meminta keterangan saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang merenggut banyak nyawa tersebut.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. “Kami menyampaikan belasungkawa dan prihatin atas peristiwa kecelakaan hingga menewaskan banyak korban yang terjadi pada hari kedua arus mudik Nataru ini,” tegas Irjen Ribut saat meninjau kondisi korban di RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (22/12).

Irjen Ribut mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk proses identifikasi korban (post mortem dan ante mortem) guna memastikan validitas identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, 19 korban luka masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Semarang.

  BMKG Perkirakan Samarinda Berawan dan Hujan Ringan pada 20 Februari 2026

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa pengemudi bus yang bertugas saat kejadian merupakan sopir cadangan. “Sopir dalam kondisi selamat dan telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Irjen Ribut.

Untuk mendalami potensi kelalaian, polisi juga melakukan tes urine terhadap pengemudi guna mendeteksi adanya pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya.

Selain pemeriksaan pengemudi, pemerintah juga memastikan perlindungan bagi seluruh korban kecelakaan tersebut. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menanggung biaya perawatan korban luka, sedangkan untuk korban meninggal dunia, kepolisian telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pemberian santunan,” imbuh Kapolda.

Hingga saat ini, kepolisian telah membuka posko informasi bagi keluarga korban. Polda Jateng bersama Pemprov Jateng berkomitmen memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke daerah asal, mulai dari Boyolali, Klaten, Yogyakarta, hingga Bogor dan Jakarta.

50% LikesVS
50% Dislikes