LOMBOK UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara menyiagakan dua pos pengamanan utama yang beroperasi 24 jam di Pelabuhan Bangsal dan kawasan wisata Gili Trawangan. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Rinjani 2025 yang digelar untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Operasi Lilin Rinjani 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai Sabtu, 20 Desember 2025, hingga Kamis, 2 Januari 2026. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Lombok Utara, AKP Fatoni, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 80 personel yang terbagi dalam lima satuan tugas (satgas).
Fokus Pengamanan dan Pembagian Satgas
“Pada Nataru ini kami melaksanakan pengamanan dengan melibatkan sekitar 80 personel yang tergabung dalam lima satgas,” ujar AKP Fatoni pada Jumat (19/12/2025).
Ia merinci, satgas tersebut meliputi Satgas Preventif yang bertugas mencegah potensi kerawanan, Satgas Kamseltibcarlantas untuk mengatur lalu lintas, Satgas Gakkum untuk penegakan hukum terhadap pelanggaran pidana, serta Satgas Banops yang mencakup fungsi Propam guna memastikan prosedur pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai aturan.
Dua pos pengamanan utama yang disiagakan berlokasi strategis. Pos pertama berada di Pelabuhan Bangsal dengan kekuatan 27 personel, sementara pos kedua ditempatkan di kawasan wisata Gili Trawangan dengan 17 personel yang siaga penuh.
“Kami siapkan dua pos pengamanan, masing-masing standby 24 jam. Ini untuk memastikan masyarakat dan wisatawan merasa aman dan mudah mendapatkan bantuan kepolisian bila dibutuhkan,” jelas AKP Fatoni.
Antisipasi Gangguan Keamanan Selama Nataru
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, AKP Fatoni menyoroti potensi gangguan yang paling menonjol selama Nataru adalah peningkatan angka kecelakaan lalu lintas akibat lonjakan volume kendaraan. Selain itu, pihaknya juga mewaspadai munculnya aksi premanisme, khususnya di area parkir kawasan wisata.
“Jangan sampai terjadi pemaksaan parkir atau tarif parkir yang tidak wajar, seperti dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000. Hal-hal seperti ini bisa memicu gangguan kamtibmas dan akan kami tindak,” tegasnya.
Pengamanan juga difokuskan pada pencegahan peredaran gelap narkoba serta aktivitas lain yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Terkait kegiatan hiburan seperti pesta kembang api, kepolisian akan melakukan pengawasan ketat dengan melibatkan satuan khusus, termasuk Gegana, guna mencegah terjadinya kecelakaan.
“Pada prinsipnya kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kami akan berupaya maksimal melakukan pencegahan,” imbuh Fatoni.
Sebagian besar personel dalam Operasi Lilin Rinjani 2025 akan difokuskan di destinasi wisata dan titik-titik keramaian. Satgas preventif akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengantisipasi potensi gesekan di tengah masyarakat.
AKP Fatoni turut mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Bila membutuhkan kehadiran polisi, silakan menghubungi petugas terdekat. Mari kita jaga Nataru ini agar berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
