Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan PU-SDA Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar aksi pembersihan massal tanaman enceng gondok. Kegiatan yang merupakan bagian dari program strategis Garpu Sendok (Gerakan Perahu untuk Sapu Eceng Gondok) ini bertujuan mempercepat penanganan genangan banjir di kawasan rendah Bonorowo, khususnya di aliran sungai Bengawan Jero.
Operasi Intensif di Berbagai Titik
Operasi pembersihan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai sejak Rabu (17/12) dan difokuskan untuk menuntaskan hambatan gulma air di Bengawan Jero. Aksi ini melibatkan penggunaan alat berat dan partisipasi aktif masyarakat. Pembersihan dimulai dari DAM Margoanyar di Kecamatan Glagah dan meluas ke beberapa titik krusial lainnya.
Kadis Kominfo Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa pembersihan dibagi berdasarkan tingkat kepadatan gulma. Di Kali Corong, Kali Pasi, hingga Desa Pelsan, dua unit perahu mesin pencacah enceng gondok dikerahkan untuk menghancurkan hambatan di jalur sempit. Sementara itu, di DAM/Sluis Kuro (Karangbinangun), satu unit ekskavator amfibi digunakan untuk mengangkat tumpukan padat enceng gondok yang menyumbat pintu air.
Selain itu, puluhan warga setempat bergotong-royong melakukan pembersihan manual di DAM Margoanyar. Upaya ini memastikan aliran akhir tetap bersih dan tidak terhambat.
Koordinasi Lintas Sektoral dan Harapan Normalisasi Air
“Pembersihan ini adalah hasil koordinasi intensif antara Pemkab, Pemprov, dan Pemerintah Pusat melalui BBWS. Target utamanya adalah melancarkan pembuangan air menuju sungai besar Bengawan Solo,” ujar Sugeng Widodo pada Kamis (18/12) petang.
Dengan tuntasnya aksi pembersihan di Kali Corong, Kali Pasi, dan Kali Blawi, sumbatan pada pintu air Sluis Kuro kini telah teratasi. Hal ini diharapkan dapat menurunkan tinggi muka air di kawasan permukiman dan lahan pertanian warga di Bengawan Jero secara signifikan.
“Hari ini seluruh titik prioritas sudah tuntas dilaksanakan. Kami berharap sirkulasi air kembali normal sehingga potensi banjir akibat hambatan sampah organik ini bisa diminimalisasi,” pungkas Sugeng.
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan
Melalui program Garpu Sendok, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan sumbatan secara berkala. Pemantauan ini menjadi krusial, terutama di tengah puncak musim hujan saat ini, guna mencegah kembali terjadinya penumpukan enceng gondok yang dapat memicu banjir.
