Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan partai. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan momen HUT ke-53 PDIP pada Sabtu (10/1) sore, di mana mereka juga mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) dan menyerahkan surat pengunduran diri bermaterai.

Setidaknya 25 orang kader yang mengundurkan diri ini merupakan pengurus anak cabang (PAC) dan ranting dari Kecamatan Bulakamba serta Bumiayu. Selain itu, kader yang tergabung dalam Komunitas Juang, salah satu organisasi sayap PDIP, juga turut serta dalam aksi tersebut. Mereka datang ke kantor DPC PDIP Brebes dan menanggalkan puluhan lembar pakaian beratribut partai sebagai bentuk protes.

Aksi pengunduran diri ini dipimpin oleh Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba, Dede Nurerozi. Dede menjelaskan bahwa keputusan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Brebes.

“Kami kecewa karena keputusan itu bukan dari yang kami usulkan. Orang lain yang dipilih, padahal kami sudah mengusulkan. Ini seperti kami tidak dipercaya dan tidak dihargai. Kami merasa seperti hanya menjadi boneka, tidak memiliki suara dalam partai,” ujar Dede.

  Brebes Perkuat Perlawanan Narkoba dengan 10 Kampung Tangguh, Libatkan Warga Aktif

Dede menegaskan bahwa pengunduran diri ini merupakan sikap tegas kader yang tidak puas dengan proses pengambilan keputusan partai yang dianggap tidak transparan dan tidak demokratis. “Ini bukan hanya tentang satu orang, tapi tentang proses yang tidak adil. Kami berharap partai dapat mendengar aspirasi kami dan melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan demokratis. Kami ingin partai ini menjadi partai yang benar-benar mewakili suara rakyat, bukan hanya suara elit,” tambahnya.

Menurut Dede, pengunduran diri ini juga merupakan protes keras terhadap keputusan partai yang mereka nilai tidak adil. “Kami tidak bisa menerima keputusan yang tidak mengakomodasi aspirasi kami. Kami akan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan. Kami akan tetap berdiri teguh dan tidak akan menyerah,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa ini bukan akhir dari perjuangan mereka, melainkan awal untuk membawa perubahan dalam partai dan menyuarakan aspirasi rakyat ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami tidak akan berhenti sampai kami mencapai tujuan kami,” tegas Dede.

  Jamin Kondusivitas Pascanatal, Polres Brebes Gencarkan Patroli di Objek Vital dan Pusat Keramaian

Sebelumnya, kader PDIP lain, Asrofi, juga melakukan hal serupa dengan mengundurkan diri dan menyerahkan KTA. Asrofi mengaku kecewa dengan hasil Konfercab yang menetapkan kepengurusan DPC PDIP Brebes periode 2025-2030, yang dianggap tidak sesuai dengan mekanisme partai. “Ada 15 dari 17 PAC sebelumnya telah mengusulkan Indra Kusuma yang telah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Brebes selama 25 tahun.Kami melihat ada proses yang tidak demokratis dalam pemilihan ketua DPC PDIP. Usulan terbanyak dari pengurus ranting dan PAC ternyata tidak mendapat tempat,” ungkap Asrofi.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC PDIP periode 2025-2030, Cahrudin, memberikan komentar singkat terkait aksi pengunduran diri ini. “Nanti lah, orang saya lagi acara (Mukernas PDIP di Jakarta). Mereka siapa juga saya belum ngecek kebenaranya, sekedar ngaku orang PDIP apa susahnya,” kata Cahrudin.

Sebagai informasi tambahan, Cahrudin ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025-2030, menggantikan Indra Kusuma yang telah menjabat selama lima periode. Penetapan Cahrudin dilakukan saat Konfercab DPC PDIP Brebes yang diselenggarakan di Semarang, usai Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah.

50% LikesVS
50% Dislikes