Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta PT Freeport Indonesia, menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Lomba Voice Over. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SMA sederajat se-Kabupaten Gresik dan berlangsung di Aula Dispendik Gresik pada Rabu, 7 Januari 2026.
Ketua PWI Gresik, Deni Ali Setiyono, menjelaskan bahwa pelatihan dan lomba ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI tahun 2026. PWI Gresik melihat potensi besar pada pelajar di daerah tersebut, khususnya dalam kemampuan berbicara di depan umum.
“Lomba ini sengaja digelar juga karena kami melihat potensi pelajar di Gresik sangat bagus dalam publik speaking sehingga PWI Gresik mendukung potensi itu,” kata Deni. Ia berharap kegiatan ini dapat mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri pelajar, baik secara pribadi maupun melalui dukungan kelembagaan sekolah.
Deni juga menegaskan bahwa fungsi pers tidak hanya terbatas pada penyampaian berita, tetapi juga edukasi. “Pelatihan dan lomba ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat, karena kita ingin mengedukasi. Karena fungsi pers tak hanya soal berita, tapi juga soal edukasi,” tegasnya.
Plt Dinas Kominfo Gresik, Johar Gunawan, mengapresiasi inisiatif PWI Gresik ini. Ia berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus berlanjut dan dipantau perkembangannya.
“Kegiatan yang bagus ini diharapkan ada tindak lanjutnya, agar ada progress dan kita semua bisa memantaunya,” jelas Johar. Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk membentuk ekstrakurikuler di bidang public speaking atau pelatihan content creator, dengan memanfaatkan dana BOS.
Johar bahkan menyarankan PWI Gresik untuk menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. “Bisa memanfaatkan dana Boss, di tingkat kabupaten bisa mendidik seperti tingkat SMP. Dan untuk pematerinya bisa diisi oleh PWI Gresik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Johar berharap PWI Gresik dapat terus berkolaborasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan atau Cabang Dinas, untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan lain. “Nanti bisa komunikasi dengan Dispendik atau Cabang Dinas seperti menggelar pelatihan jurnalistik, sehingga potensi-potensi bisa dimanfaatkan oleh pelajar dan juga pihak sekolah,” tandasnya.
Pelatihan ini dimentori oleh Dr. Herma Retno Prabayanti, seorang ahli public speaking dengan pengalaman lebih dari 12 tahun. Herma Retno, yang juga mantan jurnalis dan kini dosen di Universitas Surabaya (Unesa), mengajarkan berbagai teknik berbicara di depan publik, termasuk cara mengatasi rasa takut, mengatur suara, dan membuat presentasi yang efektif.
