Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Sabtu (10/1) di Pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten. Acara yang mengusung tema “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” ini diikuti oleh sekitar 400 umat Kristiani pensiunan ASN di lingkungan Pemkab Klaten.
Perayaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan penyalaan lilin Natal. Prosesi penyalaan lilin dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jaka Purwanto, Camat Klaten Selatan Anna Fajriah, Rama FX Krisno Handoyo, serta Ketua PWRI Margono Notopertomo.
Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sri Mulyadi, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan perayaan Natal tahunan ketiga yang diselenggarakan oleh PWRI Klaten. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diterima.
“Kami bersyukur bisa menggelar perayaan natal di Pendapa Pemkab Klaten. Pun, kami berterima kasih kepada para donatur tunggal yang telah mendukung kegiatan perayaan Natal 2025 PWRI Klaten,” ujar Sri Mulyadi.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda Jaka Purwanto, menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh umat Kristiani PWRI Kabupaten Klaten. Ia berharap damai Natal senantiasa menyertai.
“Semoga, damai Natal senantiasa memenuhi hati kita semua, serta membawa harapan baru, memperkuat kasih, dan meneguhkan semangat pengabdian bagi sesama, masyarakat, dan bangsa,” kata Bupati Hamenang.
Bupati Hamenang menekankan bahwa Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum spiritual yang sarat makna tentang kasih, kerendahan hati, pengorbanan, dan pengharapan. Nilai-nilai ini, menurutnya, relevan dengan perjalanan hidup anggota PWRI.
“Nilai-nilai itu relevan dengan perjalanan hidup para anggota PWRI. Karena, dalam hayatnya mereka telah mengabdikan segala tenaga, pikiran, serta waktu bagi bangsa dan negara,” ungkap Bupati Hamenang.
Para wredatama disebut sebagai saksi sejarah pembangunan, penjaga nilai-nilai luhur birokrasi, serta teladan integritas bagi generasi penerus. Meskipun telah purna tugas, kontribusi mereka tetap berharga. Bupati juga mengapresiasi kiprah PWRI yang aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
“Mari kita terus bergandengan tangan menjaga persatuan, merawat toleransi, dan bersama-sama membangun Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
