Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur menyampaikan keluhan terkait implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah mereka. Keluhan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) MBG yang dihadiri sejumlah menteri di Surabaya pada Kamis (19/2).
Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Mukti Ali, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Para menteri dan Kepala BGN memaparkan dukungan serta capaian program MBG di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Kepala Daerah Soroti Kualitas dan Minimnya Serapan Lokal
Dalam sesi tanya jawab, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyoroti kurangnya penyerapan pedagang lokal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Rio, banyak pemilik SPPG lebih memilih mendatangkan bahan baku dari luar daerah ketimbang memberdayakan warga sekitar.
“Kasihan mereka, banyak bahan baku justru di-drop dari luar daripada ambil warga lokal,” kata Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Senada, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga mengeluhkan kualitas MBG di daerahnya. Vinanda mendesak agar pengawasan terhadap kualitas makanan diperketat guna mencegah insiden keracunan pada siswa. Ia juga menyoroti SPPG yang telah mendaftar namun belum beroperasi, atau yang sempat beroperasi namun kemudian tutup.
“Ini yang harus menjadi perhatian serius, yakni soal kualitas dan keberadaan SPPG yang tutup,” ujar Vinanda Prameswati.
BGN Diminta Tindak Lanjuti Keluhan
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa persoalan-persoalan tersebut akan menjadi perhatian khusus Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan bahwa setiap masalah harus diselesaikan agar tidak menghambat pelaksanaan program MBG.
“BGN nantinya yang akan menyelesaikan semuanya, prinsipnya tidak boleh ada keluhan keluhan yang bisa menyebabkan MBG terhambat, setiap masalah harus diselesaikan,” tegas Zulkifli Hasan.
