BANDA ACEH, Selasa (13/1/2026) – Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Satuan Tugas (Satgas) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam upaya pemulihan pascabencana banjir besar di Sumatra. Rektor USK, Profesor Marwan, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun Aceh menjadi lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

“Universitas Syiah Kuala mendukung sepenuhnya kebijakan nasional untuk membangun kembali kawasan banjir. Mengerahkan berbagai pakar lintas disiplin ilmu. Mulai perencanaan infrastruktur, mitigasi bencana, kesehatan, pendidikan, pemulihan sosial dan perekonomian masyarakat terdampak,” ujar Profesor Marwan saat bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (10/1) kemarin.

Pertemuan singkat tersebut menjadi ajang bagi Profesor Marwan untuk mengapresiasi pembentukan Satgas DPR RI. Satgas ini dibentuk khusus untuk mempercepat penanganan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang sebelumnya dilanda banjir bandang dan tanah longsor akibat siklon senyar pada 24-27 November 2025.

Peran Satgas DPR RI dan Target Pemulihan

Menurut Profesor Marwan, kehadiran Satgas DPR RI telah membawa dampak positif yang signifikan. “Koordinasi yang sebelumnya seperti kurang berjalan atau terkesan macet, sekarang telah mencair, terarah, dan produktif. Lalu beberapa langkah sudah dilakukan lebih cepat, efektif, dan terukur menyelesaikan persoalan di lapangan. Sangat terasa tidak ada kesenjangan hingga ke tingkat lapangan,” jelasnya.

  Mahasiswa Kedokteran USK Sabet Juara I EAMSC 2026 di Nepal, Angkat Isu Kesehatan Mental Nakes

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra DPR RI dan Satgas Pemerintah di Banda Aceh, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa penanganan pemulihan ditarik ke skala nasional. Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan itu menargetkan pemulihan kawasan terdampak bencana banjir besar dapat rampung sebelum bulan Ramadan. Target ini juga mencakup normalisasi aktivitas pemerintah daerah dan pemulihan pelayanan publik.

Kontribusi USK dalam Penanganan Bencana

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Profesor Mustanir, mengungkapkan kepada Media Indonesia pada Minggu (11/1) bahwa USK telah mengerahkan sumber daya besar sejak awal bencana. “Beberapa hari setelah banjir, pakar berbagai keahlian dan ratusan dokter kesehatan dari USK langsung turun lapangan. Tiga hari lalu juga menyebar 719 mahasiswa KKN lintas disiplin ilmu, ke berbagai lokasi paling parah,” kata Doktor Mustanir, yang juga mendampingi Rektor Marwan dalam pertemuan dengan Sufmi Dasco.

USK, yang dikenal sebagai “jantung hati masyarakat Aceh,” telah mengirim sekitar 2.000 relawan, termasuk pakar dari berbagai keahlian, dokter kesehatan, dosen, tenaga akademisi, dan mahasiswa. Mereka menembus berbagai kabupaten/kota di Aceh yang terdampak banjir dahsyat untuk melakukan survei serta membantu pemulihan jaringan air bersih, kesehatan, sanitasi, pendidikan, pertanian, dan perkebunan.

  Pemprov Kalsel Giatkan Gerakan Pangan Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Dari temuan di lapangan, kerusakan yang terjadi cukup parah, mengindikasikan bahwa pemulihan kondisi normal akan membutuhkan waktu lama dan pengerahan banyak sumber daya handal. Profesor Mustanir menegaskan, “Untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan USK juga siap melibatkan para pakar dan ilmuwan yang ada.”

50% LikesVS
50% Dislikes