Kasus penyakit gagal ginjal di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data dari RSUD dr Soedomo Trenggalek mencatat adanya pasien gagal ginjal termuda yang baru berusia 15 tahun, diduga kuat akibat kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.
Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni, mengungkapkan bahwa setiap bulan, rumah sakit tersebut melayani antara 100 hingga 125 pasien gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau hemodialisa secara rutin. “Pasien gagal ginjal harus melakukan hemodialisa dua kali dalam seminggu,” ujar Saeroni pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Untuk menunjang pelayanan, RSUD dr Soedomo Trenggalek saat ini memiliki 14 mesin hemodialisa. Sebelas unit di antaranya dialokasikan untuk pasien reguler, sementara sisanya diperuntukkan bagi kasus darurat dan pasien dengan penyakit menular. Guna mengoptimalkan pelayanan, pihak rumah sakit berencana menambah kapasitas mesin. “Tahun 2026, kami berencana menambah mesin hemodialisa menjadi 31 unit. Agar pelayanan kepada pasien dapat optimal,” terang Saeroni.
Saeroni menjelaskan, mayoritas pasien gagal ginjal berada pada rentang usia dewasa, yakni antara 30 hingga 60 tahun. Sementara itu, jumlah pasien berusia di atas 60 tahun cenderung lebih sedikit. Namun, yang menjadi perhatian khusus adalah temuan pasien termuda. “Paling muda kami menemukan pasien gagal ginjal usia 15 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SMP,” jelasnya.
Pasien yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu kini harus menjalani cuci darah secara rutin. Menurut Saeroni, penyebab utama kondisi gagal ginjal pada pasien anak tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. “Pasien paling muda 15 tahun, karena sering konsumsi makanan cepat saji,” paparnya.
Menyikapi tren ini, Saeroni mengimbau masyarakat Trenggalek untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit gagal ginjal. Imbauan tersebut meliputi pengaturan pola makan, rajin berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk. “Agar terhindar dari penyakit gagal ginjal, harus rajin olahraga, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, makan bergizi dan mengelola stres,” pungkasnya.
