Operasi pencarian terhadap Ama One (67), seorang petani yang dilaporkan hilang terseret arus banjir di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, resmi ditutup pada Sabtu (14/2). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (12/2) sore. Ama One, yang juga akrab disapa Weli, sedang dalam perjalanan pulang dari ladang menuju rumahnya di Dusun Mangge Dalam. Saat mencoba menyeberangi aliran sungai yang meluap akibat hujan lebat, korban terseret arus banjir yang sangat kuat dan dinyatakan hilang sejak saat itu.
Tim SAR gabungan segera melancarkan upaya pencarian yang dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai, sementara tim kedua menyisir area genangan bendungan menggunakan perahu karet.
Memasuki hari ketiga pencarian, sekitar pukul 10.20 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh korban mengapung di area Dam Sumi. Koordinator Lapangan Pos SAR Bima, Ryonda Aryan Murbantoko, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan, “Jenazah ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian.”
Setelah ditemukan, jenazah Ama One dievakuasi menggunakan perahu karet dan diserahterimakan kepada pihak keluarga di rumah duka, Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa, untuk proses pemakaman.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Personel Pos SAR Bima, Sat PolAirud Bima Kota, Potensi SAR Bima & TSBK, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Kabupaten Bima, Polsek Lambu dan Babinsa, serta dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat setempat.
