PADANG – Lebih dari tiga pekan pascabanjir dan galodo melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, ribuan warga masih belum dapat kembali ke rumah mereka. Endapan lumpur setinggi hampir satu meter yang telah mengeras seperti beton menjadi penghalang utama, memaksa sebagian masyarakat bertahan di pengungsian atau menumpang di rumah sanak famili.

Memasuki fase pemulihan yang paling berat, pemerintah daerah terus mengerahkan personel lintas unsur. Pada Senin, 22 Desember 2025, proses pengangkatan endapan lumpur mengeras secara intensif dilakukan di Kawasan Brandon, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Satpol PP Padang Pimpin Pembersihan Lumpur

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, bersama jajarannya. Chandra menegaskan bahwa tahapan pemulihan saat ini membutuhkan ketekunan dan konsistensi, berbeda dengan masa tanggap darurat yang menuntut kecepatan.

“Saat ini kita memasuki fase pemulihan yang tidak ringan. Lumpur sudah mengeras, tenaga yang dibutuhkan lebih besar, dan prosesnya tidak bisa instan. Namun kami berkomitmen untuk terus hadir membantu warga sampai rumah mereka benar-benar bisa dihuni kembali,” tegas Chandra, dikutip dari Dok. Kominfo Padang.

  ITDC Proyeksikan Lonjakan Wisatawan Signifikan, Pastikan Keamanan dan Layanan Prima di Tiga Destinasi Nataru

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada masyarakat terdampak. Kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk dihuni akibat lumpur yang mengeras menjadi fokus utama upaya pemulihan ini.

“Selama masih ada warga yang belum bisa kembali ke rumahnya, maka proses pemulihan akan terus kami lakukan. Ini bukan sekadar membersihkan lumpur, tapi memulihkan kehidupan,” tambahnya.

Chandra juga menyoroti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial dan psikologis masyarakat. “Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan martabat hidup masyarakat. Di hari ke-24 pascabanjir dan galodo, upaya tersebut masih terus berjalan pelan, berat, namun pasti,” tutupnya.

Upaya pembersihan lumpur yang telah mengeras ini menuntut ketahanan fisik dan mental para petugas. Namun, bagi warga terdampak, setiap angkatan lumpur yang berhasil dibersihkan menjadi harapan baru untuk kembali menata kehidupan mereka.

50% LikesVS
50% Dislikes