Sejumlah peristiwa penting mewarnai pemberitaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Berita-berita terpopuler mencakup dinamika seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, pergerakan harga emas, pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) NTB, hingga ulasan buku tentang konflik agraria dan potret kehidupan di kampung nelayan.

Seleksi Calon Sekda NTB Tarik Minat Enam ASN

Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah NTB mencatat enam Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi calon Sekda NTB. Pendaftaran ini dilakukan menjelang penutupan seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya tersebut, menunjukkan antusiasme dari kalangan birokrasi setempat.

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun

Kabar mengenai pergerakan harga emas juga menjadi sorotan. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada Sabtu, 20 Desember 2025, dua produk emas populer, yaitu buatan UBS dan Galeri24, terpantau kompak mengalami penurunan harga. Penurunan ini menarik perhatian investor dan masyarakat umum yang memantau pasar komoditas.

Irjen Pol. Edy Murbowo Resmi Jabat Kapolda NTB

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara resmi mengangkat Inspektur Jenderal Polisi Edy Murbowo dalam jabatan baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Irjen Pol. Edy Murbowo menggantikan Irjen Pol. Hadi Gunawan yang kini telah memasuki masa pensiun. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa angin segar bagi keamanan dan ketertiban di wilayah NTB.

  Pansel Tetapkan Tiga Besar Calon Sekda NTB Usai Wawancara, Prof Riduan: Proses Objektif

Resensi Buku: “Tanah Berdarah” Ungkap Kekerasan Agraria di Sumatera Utara

Dunia literasi juga menyumbang berita menarik dengan resensi buku berjudul “Tanah Berdarah: Bandit, Elit, dan Rakyat dalam Konflik Agraria di Sumatera Utara”. Ditulis oleh Dr. Tappil Rambe, S.Pd., M.Si. dan diterbitkan oleh PT Literasi Nusantara Abadi Group pada tahun 2025, buku setebal x+336 halaman ini mengupas tuntas isu kekerasan agraria yang terjadi di Sumatera Utara. Ulasan buku ini memberikan perspektif mendalam tentang dinamika konflik lahan di Indonesia.

Kampung Nelayan NTB: Menjaga Asa di Pesisir

Dari sisi kehidupan sosial, potret kampung nelayan di pesisir NTB juga menjadi perhatian. Pagi hari di kampung-kampung pesisir NTB selalu dimulai lebih awal dibandingkan di daratan. Saat sebagian orang masih terlelap, lampu perahu nelayan telah terlihat menjauh dari garis pantai, menandakan dimulainya aktivitas mencari nafkah. Kisah ini menggambarkan perjuangan dan harapan masyarakat nelayan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

50% LikesVS
50% Dislikes