Sejumlah sopir yang tergabung dalam Koperasi Wisnuman Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar audiensi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat pada Selasa, 6 Januari 2026. Pertemuan ini menyikapi beroperasinya taksi argometer di kawasan Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, yang dinilai mengancam keberlangsungan ekonomi sopir angkutan karya wisata lokal.

Pengawas Koperasi Wisnuman KLU, I Wayan Gede, mengungkapkan bahwa kehadiran taksi argometer telah memicu keresahan di kalangan anggotanya. Menurutnya, situasi kondusif yang selama ini terjaga di Pelabuhan Bangsal berpotensi terganggu lantaran armada taksi argometer mulai beroperasi tanpa sosialisasi kepada sopir lokal.

“Kami selama ini merasa aman-aman saja di Bangsal. Namun setelah ada taksi argometer masuk, kami merasakan penghasilan terganggu dan jauh berkurang. Padahal sebelumnya sudah ada upaya penertiban dari Pemerintah Provinsi, tetapi sekarang armada ini masuk tanpa pemberitahuan,” ujar Wayan Gede.

Wayan Gede menambahkan, dalam beberapa hari terakhir, situasi di lapangan mulai memanas dan dikhawatirkan dapat memicu gesekan antara sopir angkutan karya wisata lokal dengan pengemudi taksi argometer. Oleh karena itu, Koperasi Wisnuman mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan taksi luar beroperasi di Pelabuhan Bangsal.

  Puskesmas Gili Belum Beroperasi, Layanan Kesehatan di Destinasi Wisata Dunia Terkendala Anggaran

“Kami mohon dengan sangat hormat kepada para pemangku kebijakan agar kebijakan ini dicabut atau setidaknya dikaji ulang. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang dan menjaga situasi Bangsal tetap aman dan kondusif bagi wisatawan,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Daerah KLU, Sahabudin, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti hasil audiensi tersebut. Pihaknya berjanji akan menyampaikan seluruh keluhan dan keinginan Koperasi Wisnuman kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara untuk dicarikan solusi terbaik.

“Kami akan menyampaikan seluruh hasil hearing hari ini, termasuk keinginan dan keluhan dari rekan-rekan Koperasi Wisnuman, kepada pimpinan daerah untuk dicarikan solusi terbaik,” tutup Sahabudin.

50% LikesVS
50% Dislikes