Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi meluncurkan layanan pengaduan Sahabat Sagi. Layanan ini beroperasi secara daring melalui telepon 127, bertujuan untuk mengawal kualitas, transparansi, dan efektivitas program MBG di wilayah tersebut.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram, Hermawan Riadi, menyatakan bahwa layanan ini terbuka untuk publik dan merupakan saluran bebas pulsa. Hotline 127 juga menjadi saluran resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang beroperasi 24 jam penuh, memastikan aksesibilitas bagi masyarakat.

“Silakan masyarakat baik itu siswa, orang tua, sekolah, maupun publik, bisa melaporkan berbagai masalah di lapangan terkait MBG,” kata Hermawan Riadi usai menghadiri rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Mataram pada Kamis, 15 Januari 2026.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai isu, mulai dari dugaan keracunan, keluhan menu, kebersihan, hingga masalah distribusi. Laporan juga dapat berupa masukan dan saran lainnya. Hermawan menambahkan, “Karena itu masyarakat yang melapor melalui layanan online tersebut akan mendapatkan respons cepat.”

  KKP Pastikan Buka Gerai Perizinan di Daerah, Permudah Investor Asing Urus Izin Tanpa ke Jakarta

Laporan dari masyarakat akan menjadi acuan penting untuk evaluasi terhadap keberadaan SPPG atau dapur MBG yang beroperasi. Tim Tata Kelola Wilayah Sekitar (Tawas) akan melakukan pengecekan langsung sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Jika terbukti tidak sesuai SOP, maka Tawas bisa mengeluarkan surat pemberhentian sampai jenjang waktu yang tidak ditentukan,” tegas Hermawan.

Saat ini, Kota Mataram memiliki 49 dapur MBG dan akan segera bertambah tiga dapur lagi, sehingga total menjadi 52 dapur. Namun, Hermawan Riadi mengakui bahwa jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan. “Jumlah itu masih kurang dari kebutuhan yakni sekitar 75 dapur,” ujarnya.

50% LikesVS
50% Dislikes