Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi membuka lelang dua proyek hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp 5,5 triliun. Proses lelang ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta memanfaatkan platform digital Investara.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa pembukaan lelang ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pembiayaan pembangunan IKN dengan melibatkan kemitraan dari sektor swasta. “Kita sudah buka lelang proyek KPBU untuk hunian ASN. Prosesnya berlangsung 13 November 2025 hingga 8 Januari 2026. Semua dikerjakan dengan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi tinggi,” ujar Sudiro pada Kamis (13/11/2025).

Dua Proyek Hunian Senilai Triliunan Rupiah

Dua proyek yang dilelang meliputi pembangunan 109 rumah tapak ASN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 2,8 triliun. Proyek kedua adalah delapan menara rumah susun ASN di KIPP 1A yang memiliki nilai investasi sekitar Rp 2,7 triliun.

  BPS: 147.427 Jiwa Huni IKN, Otorita Siapkan Fasilitas untuk Dominasi Gen Z dan Milenial

Sudiro menambahkan, kedua proyek tersebut akan menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT). “Keduanya menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT). Artinya, pihak swasta akan menangani desain hingga pemeliharaan sebelum diserahkan kembali kepada pemerintah,” jelasnya.

Proyek rumah tapak di KIPP 1B merupakan prakarsa dari PT Intiland Development, Tbk., dengan masa konstruksi dua tahun dan masa pengoperasian delapan tahun. Sementara itu, proyek rumah susun ASN di KIPP 1A diinisiasi oleh PT Nindya Karya (Persero), yang direncanakan memiliki masa konstruksi 15 bulan serta masa operasi dan pemeliharaan selama 10 tahun.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemrakarsa proyek ini akan mendapatkan kompensasi tambahan nilai sebesar 10 persen. “Keduanya akan mendapat kompensasi tambahan nilai 10 persen sebagai pemrakarsa, sesuai penetapan Otorita IKN tertanggal 3 November 2025,” ungkap Sudiro.

Komitmen IKN untuk Investasi Berkelanjutan

Melalui mekanisme KPBU dan pemanfaatan platform Investara, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, kompetitif, dan berkelanjutan. Proyek-proyek ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan hunian ASN yang modern, nyaman, serta mendukung konsep kota hutan dan hijau yang diusung IKN.

  Otorita IKN Pastikan Investasi Tetap Tinggi Meski Hak Tanah 190 Tahun Dibatalkan MK

“Dengan menggandeng sektor swasta melalui skema KPBU dan memanfaatkan teknologi Investara, Otorita tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap visi besar Nusantara sebagai kota hijau, cerdas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Sudiro.

Pembukaan lelang ini diharapkan mampu menarik minat investor, baik nasional maupun asing, sekaligus mempercepat penyediaan hunian ASN di kawasan inti pusat pemerintahan. Dokumen lelang dan proses pra-kualifikasi dapat diakses melalui situs resmi investara.ikn.go.id.

50% LikesVS
50% Dislikes