Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan sejumlah unit alat pemadam kebakaran berteknologi tinggi, Jumat (26/12/2025). Penambahan armada ini meliputi satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat, dua unit robot pemadam kebakaran (Fire Fighting Robotic), tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran, terutama di medan berbahaya, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi para petugas di lapangan.

Prioritaskan Keselamatan Petugas dengan Teknologi Robotik

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa peluncuran armada baru ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan personel. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi petugas pemadam kebakaran, khususnya saat berhadapan dengan risiko tinggi di kawasan industri atau lokasi yang terpapar bahan kimia berbahaya.

“Kami meluncurkan unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat dan dua unit robot pemadam. Tujuannya jelas, kita sering menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas. Jika kondisi sudah tidak memungkinkan bagi personel untuk masuk ke area industri atau kimia tersebut, maka robot-robot inilah yang akan kita kirim sebagai garda terdepan,” ujar Wali Kota Eri dalam rilisnya.

  Al Muzzammil Yusuf: "Kader PKS Ujung Tombak Sekaligus Ujung Tombok," Kirim Relawan Terampil ke Aceh Tamiang

Eri Cahyadi juga menjelaskan keunggulan mobil pemadam Hazmat yang kini dilengkapi fasilitas Hyperbaric Chamber. Fasilitas ini berfungsi untuk mempercepat pemulihan fisik petugas setelah terpapar asap dan zat kimia, meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan oksigen.

“Di dalam mobil pemadam Hazmat itu sudah dilengkapi fasilitas Hyperbaric. Jadi, setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen. Saya sangat memikirkan nasib teman-teman pemadam. Ketika mereka rela mengorbankan diri demi orang lain, maka tugas kita adalah menjaga mereka agar tetap sehat dan bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Robot Pemadam Mampu Hadapi Medan Ekstrem

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menambahkan bahwa penggunaan robot pemadam kebakaran merupakan strategi untuk menggantikan peran manusia di lingkungan yang sangat berbahaya. Robot yang dikendalikan dari jarak jauh ini dirancang khusus untuk menangani kebakaran pada gedung tinggi, ruang bawah tanah, gudang amunisi, kilang minyak, hingga area yang terpapar bahan kimia atau ancaman bom.

  Khofifah: "Januari Puncak Hujan," Pemprov Jatim Perkuat Mitigasi Banjir di Lamongan

“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter,” jelas Laksita Rini.

Kecanggihan robot ini juga didukung oleh kemampuan water monitor yang dapat melontarkan air maupun busa hingga sejauh 90 meter. Selain itu, robot dilengkapi dengan tiga kamera pantau, kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, serta fitur bi-directional voice untuk memantau situasi suara di sekitar lokasi.

“Dengan jangkauan kendali hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam, robot ini menjadi garda terdepan dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dari sisi petugas pemadam,” imbuhnya.

Mobil Hazmat Dilengkapi Pusat Komando dan Medis Canggih

Selain robot, Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat juga memiliki keunggulan khusus untuk penanganan kebakaran akibat bahan kimia. Kendaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemadam, tetapi juga sebagai pusat komando yang dilengkapi ruang kendali untuk memonitor arah angin, suhu, dan sebaran zat berbahaya.

“Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi untuk korban maupun petugas, serta alat pelindung diri (APD) lengkap dari level A hingga D,” ujar Laksita Rini.

  BRI Lamongan Resmikan Ruang Kelas Baru, Tingkatkan Kualitas Pendidikan MA Sunan Ampel

Unit Hazmat ini juga dilengkapi detektor gas yang mampu mengidentifikasi jenis zat kimia tertentu secara akurat sebelum petugas melakukan tindakan pemadaman. Untuk mendukung operasional jangka panjang di area terpapar, mobil ini menyediakan fasilitas pengisian tabung SCBA portabel dan perangkat komunikasi evakuasi mutakhir.

Dengan integrasi teknologi robotik dan armada Hazmat yang mumpuni, Kota Surabaya kini memiliki standar baru dalam mitigasi bencana perkotaan yang lebih aman dan presisi.

50% LikesVS
50% Dislikes