Tanggul Sungai Bremi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, jebol pada Rabu (7/1) pagi, memicu banjir bandang yang merendam permukiman di Kelurahan Pabean dan Padukuhan Kraton. Insiden ini terjadi saat warga masih terlelap, menyebabkan sedikitnya 335 kepala keluarga (KK) terdampak dan 55 jiwa terpaksa mengungsi.

Banjir menerjang secara mendadak dengan arus deras, membawa ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga satu meter di sejumlah titik. Ironisnya, bencana ini terjadi tanpa didahului hujan di lokasi kejadian, melainkan murni akibat kegagalan struktur tanggul menahan debit air.

Fakhrudin, salah seorang warga terdampak yang tinggal dekat titik jebolan, menggambarkan kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Pintu belakang rumahnya bahkan jebol tak kuat menahan hantaman air.

“Kejadiannya mendadak, hitungannya bukan menit tapi detik, cepat sekali seperti banjir bandang. Tidak ada hujan, tidak mendung, tapi karena tanggul jebol airnya deras sekali,” ujar Fakhrudin pada Rabu (7/1).

Kepanikan melanda warga yang sebagian besar baru bangun tidur. Fakhrudin menuturkan, ia dan keluarganya hanya sempat menyelamatkan diri, sementara perabot rumah tangga seperti kasur hanyut terbawa arus. “Tadi pagi di dalam rumah air hampir satu meter. Sekarang sudah agak surut di bawah lutut,” tambahnya.

  Tanggul Sungai Bremi Jebol 35 Meter, 335 Rumah di Pekalongan Terendam, 500 Keluarga Terdampak Banjir

Respons Cepat BPBD Kota Pekalongan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengonfirmasi kerusakan tanggul sepanjang kurang lebih 35 meter. Pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan penanganan darurat menggunakan karung pasir (sandbag).

“Dampaknya langsung ke warga, berbeda dengan kejadian sebelumnya. Karena itu, penanganan harus lebih cepat. Kami targetkan perbaikan darurat rampung maksimal tiga hari,” tegas Budi.

Saat ini, BPBD telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan logistik bagi warga terdampak. Para pengungsi ditempatkan di dua lokasi aman, yakni SD Pabean dan kantor kelurahan setempat.

50% LikesVS
50% Dislikes