Upaya serius pemerintah dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045 kini merambah hingga ke akar rumput di Kabupaten Mojokerto. Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menargetkan pemutusan rantai stunting yang selama ini menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak-anak di pedesaan.
Namun, keberhasilan agenda besar ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif masyarakat. Dalam sebuah sosialisasi yang digelar di Kantor Desa Bicak pada Jumat, 13 Februari 2026, Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan, yang mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, menegaskan pentingnya peran warga sebagai pengawas lapangan.
Masyarakat sebagai Pengawas Utama Program
M. Sam’ani Kurniawan menjelaskan bahwa masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan garda terdepan dalam memastikan distribusi gizi sampai ke sasaran yang tepat. Langkah ini merupakan bagian integral dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan asupan nutrisi.
Komisi IX DPR RI, yang membidangi sektor kesehatan, secara proaktif bergerak ke berbagai daerah untuk memastikan informasi mengenai program strategis ini tersampaikan secara utuh kepada warga. “Program Makan Bergizi Gratis merupakan solusi nyata untuk mempercepat penurunan angka stunting dan gizi buruk. Kami butuh bantuan Ibu dan Bapak sekalian untuk ikut mengawasi jalannya program ini di lingkungan masing-masing agar hasilnya optimal,” ujar Sam’ani di hadapan warga Desa Bicak.
Lebih lanjut, Sam’ani menekankan bahwa investasi terbaik sebuah bangsa bukanlah pada pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan asupan gizi yang terjamin, anak-anak di desa diharapkan mampu memiliki daya saing yang setara dengan masyarakat perkotaan.
“Dukungan serta pengawasan bersama adalah kunci. Jika kita bergerak serentak, persoalan gizi buruk bisa kita tekan secara signifikan demi masa depan generasi yang lebih hebat,” pungkasnya.
Pertemuan ini menjadi pengingat kolektif bagi warga bahwa kesehatan anak adalah fondasi utama bagi pembangunan ekonomi desa di masa mendatang. Kesadaran bersama untuk memenuhi standar gizi kini menjadi misi krusial yang diemban bersama antara pemerintah pusat dan masyarakat lokal.
