Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua korban kapal tenggelam KLM Nur Ainun Balqis di perairan Selat Makassar, tepatnya di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Operasi pencarian ini memasuki hari ketiga pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah kapal tersebut dilaporkan tenggelam beberapa hari sebelumnya.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Rusmadi, mengonfirmasi identitas kedua korban yang masih dalam pencarian. “Dua penumpang sekaligus korban kapal tenggelam itu atas nama Gus wan (47) dan Adam (20),” kata Rusmadi di Palu, Selasa (17/2/2026).
Pada hari kedua operasi SAR, tim penyelamat telah menyisir area seluas 309 mil laut di bagian utara dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu. Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi personel Kansar Palu, ABK KN SAR Baladewa, TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan Udara (Polirud), serta potensi SAR lainnya. Pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita pada Selasa (17/2/2026) sore belum membuahkan hasil.
Kapal KLM Nur Ainun Balqis diketahui berlayar dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut bertolak pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, di tengah perjalanan saat melintasi Selat Makassar, kapal dihantam ombak besar dan oleng hingga akhirnya tenggelam.
Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Rusmadi menjelaskan, “Pada peristiwa itu tiga orang korban selamat atas nama Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Mukain (47). Mereka ditemukan nelayan Donggala terombang-ambing di laut dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.”
Untuk operasi hari ketiga pada Rabu (18/2/2026), pihak Kansar Palu akan mengoptimalkan pencarian menggunakan KN SAR Baladewa. Radius pencarian juga kemungkinan akan diperluas untuk memaksimalkan upaya penemuan kedua korban.
