Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan beras 30 ton dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk penanganan bencana di Sumatra. Tito menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari skema antarnegara, melainkan dari organisasi kemanusiaan, sehingga penyalurannya dilakukan melalui lembaga masyarakat.

Tito mengungkapkan, pemerintah pusat langsung berkomunikasi dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk memastikan sumber bantuan tersebut. “Bantuan beras dari United Arab Emirates kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari dasar dari pemerintahan United Arab Emirates tapi dari Red Crescent,” kata Tito dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/12).

Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari Bulan Sabit Merah UEA, sebuah organisasi non-pemerintah yang setara dengan Palang Merah Indonesia. Karena bukan bantuan government to government, mekanisme penyalurannya tidak melalui jalur resmi antarnegara.

Awalnya, beras direncanakan diserahkan kepada Wali Kota Medan, namun terdapat kendala administratif. “Berasnya sudah dikirim saat itu akan diberikan kepada Wali Kota Medan Pak Rico, namun Pak Rico menyampaikan belum ada kejelasan mengenai mekanisme,” ujar Tito.

  Jelang Nataru 2026, Harga Cabai Merah Keriting di Bengkulu Turun, Ayam dan Telur Melonjak

Ia menjelaskan, Wali Kota Medan menilai bantuan tersebut semula dikira sebagai bantuan antar pemerintah. Untuk memastikan bantuan segera sampai ke masyarakat terdampak, kemudian diambil kesepakatan penyaluran melalui lembaga kemanusiaan.

“Kemudian beras ini diserahkan atas kesepakatan kemudian diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center,” ujar Tito. Ia menambahkan, Muhammadiyah membentuk pusat kemanusiaan di Medan khusus untuk penanganan bencana.

Saat ini, seluruh bantuan beras tersebut telah berada di tangan Muhammadiyah dan siap disalurkan kepada masyarakat. “Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat,” pungkas Tito.

50% LikesVS
50% Dislikes