Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti, bagian dari Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pusat Intelijen Angkatan Laut (Pusintel AL), bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 200 ton bijih timah dan mineral ikutan ilegal. Operasi penindakan ini dilakukan pada Sabtu, 14 Februari 2026, di sebuah gudang yang berlokasi di kawasan Pangkal Balam, Bangka Belitung.

Keberhasilan operasi ini bermula dari informasi intelijen yang diterima mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait pengumpulan bijih timah dalam jumlah besar. Informasi tersebut mengindikasikan kuat bahwa bijih timah tersebut akan diselundupkan keluar dari Pulau Bangka tanpa dokumen resmi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan pengintaian intensif sebelum akhirnya menyergap lokasi sasaran. Dalam penggeledahan di gudang milik seorang berinisial D, petugas menemukan delapan ton karung berisi bijih timah, 80 ton Eliminit, 199 kampil Zircon, dan 174 kampil Monazit. Seluruh barang bukti dengan total sekitar 200 ton tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

  TNI AL Gelar Latihan Operasi Pertahanan Pantai di Bangka Belitung, Libatkan Ribuan Personel

Kabagpen Satlap Tri Cakti, Letkol Cke Angga Nugraha, menegaskan komitmen TNI AL dalam memberantas praktik ilegal. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik ilegal yang merusak ekosistem ekonomi dan merugikan negara. Sinergitas antara Satlap Tri Cakti, Satgassus Pusintel AL, dan Lanal Babel akan terus diperkuat untuk memastikan wilayah Bangka Belitung bersih dari upaya penyelundupan,” ujar Letkol Angga.

Menurut Letkol Angga, keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi yang solid antara ketiga satuan tersebut. Upaya ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo untuk memperketat pengawasan di wilayah Bangka Belitung guna mencegah kebocoran sumber daya alam yang merugikan negara.

Saat ini, barang bukti bijih timah beserta pemilik gudang, Sdr. D, telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum. TNI Angkatan Laut bersama Satlap Tri Cakti menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik upaya penyelundupan tersebut.

Praktik ilegal semacam ini diperkirakan menyebabkan kerugian negara yang signifikan, mengingat timah merupakan komoditas strategis nasional. Keberhasilan penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku tindak pidana serupa di masa mendatang.

50% LikesVS
50% Dislikes