Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat kenaikan trafik data hingga lebih dari 20 persen selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Lonjakan ini terjadi dibandingkan periode tahun sebelumnya, didorong oleh pergeseran gaya hidup digital masyarakat Indonesia yang semakin meluas hingga ke pelosok dan destinasi wisata.
Data internal IOH menunjukkan penggunaan data nasional meningkat 15 persen dibanding hari biasa, terhitung sejak 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Fenomena ini tidak lagi terpusat di kota metropolitan, melainkan merambah hingga ke daerah-daerah.
Pusat Ekonomi Baru dan Daerah
Di Jawa Timur, beberapa wilayah mencatatkan kenaikan trafik yang signifikan. Kota Batu memimpin dengan lonjakan ekstrem mencapai 42,78 persen, diikuti oleh Trenggalek sebesar 33,89 persen, dan Pacitan dengan 28,89 persen.
Director and Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung, menyatakan bahwa dinamika ini merupakan cermin nyata dari penguatan ekonomi digital Indonesia. “Lonjakan penggunaan data sekarang merata di pusat ekonomi baru dan daerah yang dulunya minim aktivitas digital. Dampak layanan kami meluas, tidak cuma di kota besar,” ujar Desmond.
DIOC Berbasis AI Jamin Kelancaran
Untuk mengantisipasi beban trafik yang masif, Indosat mengoperasikan Digital Intelligence Operations Center (DIOC). Pusat kendali berbasis kecerdasan artifisial (AI) ini berfungsi memantau performa infrastruktur secara real-time.
Teknologi tersebut memungkinkan tim teknis melakukan penyesuaian kapasitas secara otomatis di lokasi-lokasi padat pengguna. Alhasil, aktivitas berat seperti video streaming dan gaming tetap lancar diakses jutaan orang secara bersamaan. Lima aplikasi yang mendominasi konsumsi data sepanjang liburan Nataru adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.
Ekspansi Jaringan dan Pemulihan Bencana
Hingga akhir 2025, Indosat telah mengoperasikan lebih dari 208.000 BTS 4G dan memperluas jangkauan 5G ke 1.404 titik di seluruh Indonesia.
Di tengah gegap gempita tahun baru, Indosat juga memprioritaskan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan sebagian Sumatra. Perusahaan melaporkan tingkat pemulihan jaringan di Provinsi Aceh kini telah menyentuh angka 97,5 persen.
Langkah ini krusial untuk menjamin koordinasi logistik dan akses informasi bagi warga yang masih berada di fase pemulihan. Indosat mengerahkan personel tambahan dan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta BNPB. Kerja sama ini bertujuan memastikan pasokan bahan bakar generator dan pembukaan akses ke wilayah terisolasi. “Kami menempatkan tim siaga di lokasi strategis, mulai dari rumah sakit hingga area pengungsian, agar masyarakat tetap terhubung di masa sulit,” pungkas Desmond.
